
Sungai Gelam ~ Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui seperti itu lah pribahasa untuk tim ekstrakurikuler kesenian. Pasalnya tim musikalisasi puisi MAN 1 Muaro Jambi mengirimkan karyanya ke Kantor Bahasa Jambi dan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang mendapat respon positif. Adapun karya yang diperlombakan di Kantor Bahasa Jambi seharusnya tanggal 5 Juli 2024 kemarin sudah ada pengumuman seleksi rekaman. Rekaman yang terpilih akan tampil pada tanggal 17 dan 18 Juli di Kantor Bahasa Provinsi Jambi.
Suci Intan Maulia,S.Sn.,M.Sn selaku pembina kegiatan ekstrakurikuler kesenian juga belum mendapatkan informasi terkait penundaan pengumuman tersebut. “Pengumuman hasil seleksi rekaman lomba musikalisasi puisi tingkat SMA/SMK/MA provinsi Jambi belum ada informasi terkait penundaan pengumuman padahal dijadwakan tanggal 5 Juli 2024 sudah pengumumanâ€, ujarnya. “Apapun hasilnya nanti, itulah yang terbaik. Tim musikalisasi pusi MAN 1 Muaro Jambi sudah berusaha semaksimal mungkinâ€, tambahnya.
Sembari menanti pengumuman kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Bahasa Provinsi Jambi, rupanya ternyata Intan juga mengirim karyanya ke Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang. Hari ini (08/07) pihak kompuser mengundang tim musikalisasi puisi MAN 1 Muaro Jambi tampil di kampus kesenian ternama di pulau Sumatra tersebut. “Alhamdulilah hari ini tim kompuser kampus ISI Padangpanjang mengundang kami untuk tampil di bulan September 2024 di Institut Seni Indonesia Padang Panjangâ€, ujar Intan. "Selain tampil nanti tim musikalisasi puisi bisa ikut seleksi tour ke negeri Jiran. Mudah-mudahan ada rejeki buat mereka",tambahnya
Adapun Puisi yang diaransemen berjudul “Tusuk Gigi†karya Soni Farid Maulana dan judul puisi “Soneta Laut†karya Subagio Sastrowardoyo. Aransemen dilakukan oleh Intan Suci Maulia sendiri. Adapun para pendukung tim musikalisasi tersebut diantaranya bagian vokal oleh Syafa Tasya Kamila, Gitar Sri Rahayu, Biola Rani Wulandari , Bonang, Suling DiAjeng Shalihatia, Bells, Rindik, Pianika Femi Retno Kinanti dan Darbuka, Jimbe Indi Maziya Ardhiyani. “Butuh waktu 2 bulan untuk menjadi aransemen ini padahal durasinya masing-masing kurang lebih 5 menitâ€, ujar Intan.
Intan menuturkan bahwa puisi "Tusuk Gigi" karya Soni Farid Maulana merupakan sebuah karya sastra yang menggambarkan kegelisahan dan keprihatinan terhadap lingkungan alam dan perubahan sosial. Dengan gaya bahasa yang kuat dan gambaran visual yang tajam, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan dampak dari eksploitasi manusia terhadap alam dan makhluk hidup di dalamnya. Di aransemen dengan pengkolaborasian antara musik tradisional dan barat yang menghadirkan suasana penggambaran betapa manusia telah kehilangan koneksi mereka dengan alam, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan ekologi dan kerugian bagi semua makhluk hidup.
|
281x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...