INOVASI PEMBELAJARAN SISWA MAN 1
MUARO JAMBI MENGGUNAKAN ELEARNING
MADRASAH
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pada tanggal 24 Maret 2020 Menteri
Agama Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE 4/Tahun 2020
tentang Perubahan Atas Surat Edaran
Menteri Agama Nomor SE Tahun 2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai
dalam upaya Pencegahan Penyebaran Corona
Virus Disease 2019 (Covid – 19) pada Kementerian Agama. Salah satu poin
poin surat tersebut menjelaskan bahwa kepala madrasah wajib bekerja di rumah
menyelesaikan tugas dan fungsi masing-masing. Berdasarkan surat edaran tersebut aktivitas belajar
mengajar tatap muka harus dihentikan. Para siswa harus belajar dari rumah. Hal
tersebut untuk pencegahan virus Corona
merebak di lingkungan madrasah.
|
Surat Edaran Mendikbud
No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat
Penyebaran Coronavirus Disease (Corona-19) yang diperkuat dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal
No. 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah (BDR)
dalam Masa Darurat Penyebaran Corona masih
berlaku pada saat tahun ajaran baru dimulai. Guru memberikan materi PJJ dengan
memperhatikan pedoman BDR, yang bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak anak
untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Corona. Guru dan tenaga kependidikan melaksanakan piket ketika PJJ
dijalankan oleh siswa. Belajar daring (dalam jaringan) harus dilaksanakan
walaupun dengan segala keterbatasan dan kekurangan. Adanya fenomena ini maka
dunia pendidikan harus dapat berinovasi.
Inovasi pembelajaran merupakan solusi yang perlu didesain dan
dilaksanakan oleh guru dengan memaksimalkan media daring (dalam jaringan). Guru
melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menggunakan metode E-Learning, yaitu pembelajaran memanfaatkan teknologi informasi
(TI) dan komunikasi. Sistem PJJ ini dapat dilaksanakan melaui perangkat
komputer (PC), handphone (telepon
seluler), laptop yang terhubung koneksi internet.
Untuk memberikan pelayanan dalam bidang pendidikan saat pandemi Covid-19 ini Kementerian Agama
memberikan inovasi pembelajaran jarak jauh menggunakan E-madrasah. E-Madrasah merupakan salah satu inovasi Kementerian
Agama dalam hal teknologi untuk mempermudah siswa dalam mendapatkan layanan
informasi dengan cepat. Saat pemberlakuakn pembelajaran jarak jauh seperti ini
selain guru, siswa madrasah diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan
inovatif, sehingga siswa tidak
ketinggalan informasi.
Inovasi pembelajaran menggunakan E-madrasah tentu tidak langsung dapat
dijalankan dengan sempurna. PJJ tentu harus didukung infrastruktur teknologi.
Adapun infrastuktur seperti tidak ada akses teknologi, keterbatasan alat,
jaringan internet dan aplikasi pembelajaran. Dari beberapa faktor tersebut menurut
Indahri dalam jurnalnya yang berjudul Permasalahan
Pembelajaran Jarak Jauh di Era Pandemi menyampaikan bahwa “Untuk internet,
permasalahan terjadi karena akses jaringan internet yang tersedia tidak merata,
antara daerah maju di perkotaan dan daerah pinggiran”.

Berbagai
kendala yang dihadapi siswa saat PJJ harus dapat disikapi para siswa. Siswa
juga mampu berinovasi agar tidak ketinggalan dalam memahami materi pembelajaran.
MAN 1 Muaro Jambi merupakan salah satu madrasah yang terletak jauh dari pusat
perkotaan. Siswanya berasal dari beberapa desa dengan geografis yang
berbeda-beda sehingga membuat jaringan antar desa berbeda-beda. Persoalan
jaringan sering menjadi kendala dalan PJJ. Agar para siswa dapat melaksanakan
PJJ tentu perlu adanya inovasi dari pembelajaran konvensioal ke digital. Dari paparan tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian tersebut
dengan judul “Inovasi Pembelajaran Siswa MAN 1 Muaro Jambi Menggunakan Elearning Madrasah saat Pandemi Covid-19”
1.2
Rumusan Masalah
Inovasi apa sajakan yang dilakukan
siswa MAN 1 Muaro Jambi dalam menyikapi keterbatasan jaringan internet saat KBM
menggunakan E-madrasah?
1.3
Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penulisan ini adalah
Mendeskripsikan
inovasi yang dilakukan siswa MAN 1 Muaro Jambi dalam menyikapi keterbatasan
jaringan internet saat KBM menggunakan E-madrasah.
1.4
Manfaat
Seperti karya tulis
lainnya, karya ini mempunyai manfaat. Manfaat dalam tulisan ini ada dua, yaitu
manfaat teoretis dan manfaat praktis. secara teoretis diharapkan dapat
menyumbangkan ilmu inovasi saat
keterbatasan jaringan. Manfaat
secara praktis adalah berikut ini.
1. Memberikan solusi kepada siswa saat
mengalami kesulitan jaringan dalam KBM menggunakan E-madrasah
2. Memberikan motivasi kepada siswa agar tetap
semangat mengikuti KBM meskipun keterbatasan jaringan yang lemah
3. Sebagai bahan rujukan bagi penulis
selanjutnya dalam pengembangan inovasi-inovasi pembelajaran sehingga peserta didik
tidak terkendala dalam menghadapi
pembelajaran daring.
4. Bagi penulis, menambah wawasan dan
pengetahuan tentang Inovasi Pembelajaran
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Sampai sekarang budaya
pendidik masih tampak mendominasi jalannya proses pembelajaran dan kurang
memperhatikan kompetensi yang dimiliki siswa. Siswa “dipaksa” menelan informasi
pengetahuan yang disampaikan oleh guru. Inovasi merupakan perubahan sistem dari
yang kurang baik ke arah yang lebih baik. Sedangkan pembelajaran merupakan
serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses
belajar pada siswa.
Implikasinya bahwa
pembelajaran sebagai suatu proses yang harus dirancang, dikembangkan dan
dikelola secara kreatif, dinamis, dengan menerapkan pendekatan multi untuk
menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang kondusif bagi siswa.
Pembelajaran merupakan sesuatu yang kompleks, artinya segala sesuatu yang
terjadi pada proses pembelajaran harus merupakan sesuatu yang sangat berarti
baik ucapan, pikiran maupun tindakan. Inovasi Pembelajaran adalah suatu
gagasan, praktik, strategi, metode, teknik, bahan, model pembelajaran,
teknologi tepat guna, karya seni, dan perangkat pembelajaran yang baru dan/atau
memiliki kebaruan, serta mampu memecahkan persoalan
Jadi yang dimaksud dengan
inovasi pembelajaran yaitu proses belajar pada siswa yang dirancang,
dikembangkan dan dikelola secara kreatif, dinamis, dengan menerapkan pendekatan
multi kearah yang lebih baik, untuk menciptakan suasana dan proses pembelajaran
yang kondusif bagi siswa.
Media pembelajaran mempunyai
peranan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Di samping dapat
menarik perhatian siswa, media pembelajaran juga dapat menyampaikan pesan yang
ingin disampikan dalam setiap pembelajaran. Dalam pembelajaran di sekolah,
guru dapat menciptakan suasana belajar yang sangat menarik dengan memanfaatkan
media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan variatif sehingga akan
tercapainya tujuan pendidikan. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Susilana
(2008:7) yang memberikan penjelasan “Penggunaan media secara kreatif akan
memperbesar kemungkinan bagi siswa untuk belajar lebih banyak, mengecamkan apa
yang dipelajarinya lebih baik, dan meningkatkan penampilan dalam melakukan
keterampilan sesuai dengan yang menjadi tujuan pembelajaran”.
E-learning adalah
teknologi informasi dan komunikasi untuk mengaktifkan siswa untuk belajar
kapanpun dan dimanapun (Dahiya dalam Hartanto, 2016 ). Pembelajaran elektronik
atau e-learning telah dimulai pada tahun 1970-an (Waller and Wilson dalam
Hartanto, 2016). Berbagai istilah digunakan untuk mengemukakan pendapat/gagasan
tentang pembelajaran elektronik, antara lain adalah: on-linelearning, internet-enabled
learning, virtual learning, atau web-based learning.Ada 3 (tiga) hal
penting sebagai persyaratan kegiatan belajar elektronik (e-learning),
yaitu: (a) kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan, dalam
hal ini dibatasi pada penggunaan internet, (b) tersedianya dukungan layanan
belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya External
Harddisk, Flaskdisk, CD-ROM, atau bahan cetak, dan (c) tersedianya dukungan
layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan.
Manfaat
e-leraning bagi dunia pendidikan secara umum, yaitu: (1) Fleksibilitas tempat
dan waktu, jika pembelajaran konvensional di kelas mengharuskan siswa untuk
hadir di kelas pada jam-jam tertentu, maka e-learning memberikan
fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untukmengakses pelajaran. (2) Independent
learning, e-learningmemberikan kesempatan bagi pembelajar untuk memegang
kendali atas kesuksesan belajar masing-masing, artinya pembelajar diberi
kebebasan untuk menentukan kapan akan mulai dan mengakhiri.
2.3
Kendala-kendala dalam PJJ
Pandemi Covid-19 mmemengaruhi
banyak sektor kehidupan masyarakat, tak terkecuali sektor pendidikan. Siswa
yang berada di zona kuning, oranye, dan merah terpaksa menjalani pembelajaran
jarak jauh (PJJ) atau belajar di rumah melalui gadget sebagai usaha memutus tali penyebaran Covid-19 yang bisa menular di lingkungan sekolah. Metode PJJ ini juga memiliki kendala tersendiri bagi siswa. Menurut Indahri
(2020) berdasarkan hasil evaluasi Kemendikbud mengenai kegiatan PJJ selama tiga
bulan terakhir, hanya 51% kegiatan PJJ yang berjalan efektif. Masih ada
permasalahan karena sejumlah siswa tidak memiliki akses teknologi, keterbatasan alat/gawai, jaringan internet, dan aplikasi/media pembelajaran.
Untuk internet, permasalahan terjadi karena akses jaringan internet yang
tersedia tidak merata, antara daerah maju djperkotaan dan daerah pinggiran.
Menurut Lolita (2020) dalam artikelnya menjelaskan bahwa salah satu
kendala yang diadapi dalam PJJ online membutuhkan jaringan internet hingga fasilitas
elektronik lainnya seperti telpon
seluler dan laptop. Keduanya tak hanya digunakan sebagai alat
berkomunikasi antara siswa dengan guru, namun juga sebagai media menyampaikan
dan mengirimkan tugas.
3.1 Jenis
dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah deskriptif, yaitu penelitian yang berusaha
mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi. Menurut
Sugiyono (2011: 11), penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan
untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih
(independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara variabel
satu dengan variabel yang lain. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan
kuantitatif. Menurut Sugiyono (2011: 15) data kuantitatif adalah data yang
berbentuk angka, atau data kualitatif yang diangkakan. Dalam penelitian ini
data yang diperoleh adalah data yang hanya dapat digolongkan secara terpisah,
secara diskrit atau kategori dan data ini diperoleh dari hasil menghitung.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan terhadap siswa MAN 1 Muaro Jambi
setelah mendapatkan arahan dati tim pendampingan MYRES 2020.
3.3 Responden Penelitian
Responden keseluruhan
dalam penelitian ini adalah semua siswa MAN 1 Muaro Jambi yang mengalami
kesulitan akses jaringan karena tempat tinggalnya yang jauh dari tempat
pemancar sinyal. Teknik penentuan responden penelitian dalam penelitian ini
menggunakan teknik purposive sampling. Menurut Suharsimi Arikunto (2010:
183), teknik purposive sampling ini dilakukan dengan cara mengambil
subjek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas
adanya tujuan tertentu. Adapun kriteria yang digunakan untuk memilih subjek
penelitian dalam penelitian ini adalah:
1. Siswa yang
megalami kesulitan sinyal;
2. Siswa yang
aktif dalam absensi aplikasi E-learning
Madrasah;
3. Siswa yang
tidak pernah ketinggalan informasi di aplikasi E-learning Madrasah .
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Angket atau Kuesioner
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau memberikan
daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden (M. Iqbal Hasan, 2002: 83).
Sedangkan menurut Sugiyono (2011: 162) kuesioner merupakan teknik pengumpulan
data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan
tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Angket yang digunakan dalam
penelitian ini adalah angket semi terbuka. Angket bersifat semi terbuka yaitu
jawaban sudah disediakan berupa pilihan ganda akan tetapi tetap diberikan
tempat kosong untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan kondisi responden yang
tidak terdapat pada pilihan ganda.
Dalam pelaksanaannya, penyebaran angket ini dilakukan secara langsung
karena berhubungan dengan diri responden sendiri. Angket ini ditujukan kepada
siswa MAN 1 Muaro Jambi yang memenuhi kriteria
2.
Dokumentasi
Dokumentasi
adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan,
transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda,
dan sebagainya (Suharsimi Arikunto, 2010: 274). Dokumen dalam penelitian ini
adalah jurnal absensi kehadiran di dalam aplekasi E-Madrasah.
3.5 Validasi Instrumen
Menurut Suharsimi Arikunto (2010:
211), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan
atau kesahihan sesuatu instrumen. Baik buruknya instrumen akan berpengaruh
terhadap benar tidaknya data yang diperoleh, sedangkan benar tidaknya data
sangat menentukan bermutu tidaknya hasil penelitian.
Menurut Suharsimi Arikunto (2010:
211), sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang
diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.
Untuk mengetahui validitas angket dalam instrumen yang digunakan pada
penelitian ini adalah menggunakan Content Validity (Validitas Isi).
Dalam penelitian ini untuk menguji validitas butir-butir instrumen dengan cara
dikonsultasikan pada tim pembimbing MYRES.
3.6 Teknik Analisis Data
Teknik
analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Statistik
Deskriptif. Menurut Sugiyono (2011: 169), Statistik Deskriptif adalah statistik
yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan
data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan
yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Instrumen angket pada penelitian ini
disusun dengan mengacu pada kisi-kisi yang mencakup tentang: 1) identitas
responden yang berupa asal kelas, jenis kelamin dan alamat; 2) kondisi handphone yang di gunakan siswa; 3)
Strategi yang digunakan siswa agar tidak ketinggalan informasi di E-madrasah.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur
Penelitian Suatu pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
Asyhar, R. 2011. Kreatif
Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada (GP) Press.
Hartanto, Wiwi.. 2020. Penggunaan E-Learning Sebagai Media
Pembelajaran. Jurnal dosen Prodi Pendidikan Ekonomi : FKIP-UNEJ
Hasan , M. Iqbal, 2002.
Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Penerbit Ghalia
Indonesia : Jakarta
Indahri, Yulia. 2020. Permasalahan
Pembelajaran Jarak Jauh di Era Pandemi: Jurnal Pusat Penelitian Badan
Keahlian DPR RI . Vol.XII. No 11/11/Puslit/juni/2020
Lolita. 2020. Kendala
dan Dampak Pembelajaran Jarak Jauh pada Anak. https://parenting.orami.co.id/magazine/kendala-dan-dampak-pembelajaran-jarak-jauh/.
Diakses pada tanggal 15 September 2020
Sugiyono. 2011. Metode
Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Afabeta
Suryabrata, Sumadi. 2011. Metodologi Penelitian, Jakarta: PT. Raja
Grafindo
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...