
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Jumat (04/10) menjadi momentum bersejarah bagi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muaro Jambi karena harus melepas perpindahan tugas salah satu guru terbaiknya, Neli Elmi,S.Pd. Guru Matematika yang mendapat tugas di MAN 1 Muaro Jambi ini sudah mengabdikan diri melaksanakan tugas dari Negara selama 18 tahun 5 bulan.
Acara perpisahan dilaksanakan di halaman depan MAN 1 Muaro Jambi mulai pukul 09.00 WIB. Hadir dalam acara tersebut seluruh elemen keluarga besar MAN 1 Muaro Jambi dari para siswa, guru dan tenaga kependidikan. Acara yang dihadiri langsung oleh kepala madrasah, Jurmalis,S.Pd.,M.M tersebut berlangsung dengan deraian air mata. Dalam sambutannya, “Secara administrasi Ibu Neli hari ini (04/10) bukan menjadi guru MAN 1 Muaro Jambi karena sejak tanggal 1 Oktober 2024 beliau harus bertugas di MAN 1 Kerinciâ€, ujar Kepala Madrasah.
Jurmalis menyampaikan atas nama lembaga mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasi untuk MAN 1 Muaro Jambi dari tahun 2006 hingga 2024. Usai memberikan sambutan, melalui kepala madrasah, madrasah memberikan cinderamata sebagai kenang-kenangan untuk Neli Elmi. “Terimalah cinderamata ini semoga ini dapat mempererat tali silahturahmi diantara kitaâ€, ujar Jurmalis. Usai sambutan dari Kepala Madrasah ada juga sambutan dari siswa. Sambutan dari siswa diwakilkan oleh, Keysa Olivia siswa kelas XII B.
Keysa mewakili siswa MAN 1 Muaro Jambi sekaligus mewakili siswa kelas XII B. Kelas XII B merupakan kelas binaan Neli Elmi. Dalam sambutannya ia mengucapkan terima kasih atas segala ilmu yang telah diberikan. “Jika ada pertemuan tentu ada perpisahan. Terima kasih atas segala ilmu yang telah Ibu berikan, mohon maaf atas segala salah dan khilaf selama kami siswa siswi MAN 1 Muaro Jambi ada salah dan khilaf. Sukses di tempat baru dan semoga Ibu selalu dalam lindungan Allad SWTâ€, ujar Keysa dalam sambutannya. Pemberian kenang-kenangan dari siswa diserahkan oleh ketua OSIM Periode 2024, Salmann Alfarizi.
Neli Elmi dalam sambutannya memohon maaf kepada para guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Muaro Jambi yang telah membersamai beliau. Ia juga bangga karena beberapa anak muridnya sudah ada yang merampungkan pendidikan kesarjanaannya bahkan kini menjadi rekan kerja. “Kepada anak murid, ibu mhon maaf atas segala salah dan kilaf. Atas segala binaan kadang marah, menyita beberapa barang. Itu semua agar anak-anak bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak-anak yang hebat, pintar dengan mengedepankan akhlakul karimahâ€, ujarnya.
Lebih lanjut ia mengungapkan bahwa kepindahan dirinya bukan semata-mata mendadak. Ia mengurus mutasi ke kampong halaman karena merasa harus kembali ke kampung halaman setelah 18 tahun lebih di tanah rantau. Ia ingat bahwa peristiwa 18 tahun yang lalu ia belum tahu namanya Sungai Gelam. Ia belum bisa mengendarai motor harus numpang guru lain. Ia merasakan jalan yang rusak hingga kini di cor. Banyak pengalaman hidup yang didapat.
“Awalnya saya tahun masuk MAN 1 Muaro Jambi, di sini para siswa dan GTK pada saat itu mayoritas orang jawa. Berkomunikasi dengan bahasa jawa dalam keseharian. Saya pendatang baru tidak tahu apa yang dibicarakan. Alhamdulilah warga sini orangnya ramah dan saya nyaman makanya betah sampai 18 tahunâ€. Ujarnya sambil sesekali menyeka bulir-bulir air mata yang terus keluar. Ia juga menjelaskan bahwa dia ke kampung halaman ingin membersamai orang tua yang tinggal satu. Ia ingin bersama orang tua setalah 18 tahun tidak seatap.
Usai acara sambutan dilanjutkan acara makan bersama dan bersalam salaman. Peluk erat dari beberapa guru tak mampu membendung butiran air mata yang berjatuhan. Begitu juga dengan para siswa saat bersalam-salaman untuk melepas kepergian Neli Elmi.
|
204x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...