
Muaro Jambi (MAN 1 Muaro Jambi)
Puncak peringatan HUT ke 74 PGRI dan HGN 2019 diakhiri dengan pemotongan nasi tumpeng warna kuning oleh Kepala MAN 1 Muaro Jambi, Dra. Barianti,M.Pd.I hari ini (25/11). Sebelum pemotongan tumpeng dilakukan baca doa yang si pimpinan Suntaji, S.Pd.I. Barianti mengharapkan para GTK yang ada di MAN 1 Muaro Jambi selalu kompak dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk siswa dan masyarakat. "Saya berharap para GTK tetap kompak dan memberikan yang terbaik bagi siswa maupun masyarakat ", ujarnya.
Perlu diketahui tumpeng berasal dari sebuah singkatan ‘yen metu kudu mempeng’ yang memiliki arti tersendiri. Bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, ‘yen metu kudu mempeng’ berarti ‘ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat.’
Tak heran jika nasi Tumpeng dari dulu hingga saat ini sering dijadikan hidangan dalam suatu perayaan yang memiliki makna ucapan syukur ataupun kebahagiaan. Sebab, makna tumpeng sendiri adalah baik, yakni ketika terlahir manusia harus menjalani kehidupan di jalan Tuhan dengan semangat, yakin, fokus, dan tidak mudah putus asa.
Proses pemotongan ujung kerucut nasi tumpeng diawali dengan menguraikan terlebih dahulu makna perayaan dari pemotongan tumpeng, berdoa ucapan syukur, selanjutnya nasi tumpeng dipotong dan diserahkan untuk orang yang dihormati sebagai wujud penghormatan, barulah setelah itu nasi tumpeng disantap bersama-sama.
Upacara potong tumpeng ini melambangkan rasa syukur kepada Tuhan dan sekaligus ungkapan atau ajaran hidup mengenai kebersamaan dan kerukunan.
Ternyata dalam penyajian nasi tumpeng biasanya dilengkapi dengan 7 macam lauk-pauk. 7 dalam bahasa Jawa berarti pitu. Angka pitu berarti pitulungan (pertolongan).
|
651x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...