
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) – Kamis (09/10), pagi itu deretan guru piket tampak bersiap di depan gerbang madrasah. Dengan senyum dan salam, mereka menyambut para siswa yang datang. Namun, sambutan tersebut diiringi pula dengan pengawasan terhadap kerapian seragam dan kedisiplinan waktu. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pembiasaan karakter di MAN 1 Muaro Jambi.
Menurut pengamatan, guru piket tidak hanya bertugas menyapa, tetapi juga menegur siswa yang tidak sesuai aturan. Mereka memeriksa atribut seperti dasi, jilbab, dan sepatu agar seragam tampak rapi. “Kami ingin membentuk kebiasaan positif sejak siswa memasuki gerbang,” tutur Pak Firdaus, salah satu guru piket yang bertugas pagi itu. Ia menilai kebiasaan kecil seperti ini memiliki dampak besar terhadap perilaku siswa di kelas.
Wakil Kepala bidang Kesiswaan, Ahmad Yani, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral pendidik. Ia menyebutkan bahwa disiplin adalah modal utama dalam membangun karakter pelajar madrasah. Menurutnya, jika kebiasaan disiplin terbentuk, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan akademik maupun sosial. “Gerbang madrasah bukan sekadar tempat masuk, tapi pintu pembentukan karakter,” ujarnya.
Para siswa juga menyambut positif kegiatan pembiasaan ini. Mereka merasa lebih diperhatikan dan lebih teratur dalam berpenampilan. Salah seorang siswi, Salsabila, mengatakan bahwa teguran dari guru piket membuatnya lebih berhati-hati dalam berpakaian. Ia mengaku, “Awalnya agak malu ditegur, tapi sekarang saya sadar itu demi kebaikan kami sendiri.” Hal ini menunjukkan perubahan perilaku nyata di kalangan siswa.
Selain menegakkan disiplin, kegiatan guru piket juga mempererat hubungan antara guru dan siswa. Suasana hangat di gerbang menciptakan kedekatan emosional yang mendukung proses pembelajaran. Siswa merasa dihargai karena setiap pagi disambut dengan sapaan dan senyum. Guru pun lebih mudah mengenal karakter dan kebiasaan setiap siswa.
Kepala madrasah memberikan apresiasi terhadap komitmen guru piket yang menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap pembiasaan ini menjadi contoh bagi madrasah lain dalam membangun budaya disiplin. “Disiplin harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti datang tepat waktu dan berpakaian rapi,” katanya dalam kesempatan terpisah. Pernyataannya menjadi bukti dukungan terhadap budaya positif madrasah.
Dengan konsistensi dan keteladanan, kegiatan guru piket di MAN 1 Muaro Jambi tidak hanya menciptakan ketertiban, tetapi juga menanamkan nilai moral. Gerbang madrasah kini bukan sekadar pintu masuk, melainkan simbol awal pembentukan karakter islami dan berintegritas. Dari sinilah madrasah membangun generasi yang disiplin, sopan, dan berprestasi.
|
36x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...