
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Para guru MAN 1 Muaro Jambi tampak bersemangat mengikuti pendaftaran pelatihan daring melalui platform Pintar Kemenag pada Jumat (24/10). Kegiatan ini menjadi momen penting bagi guru untuk mengembangkan kemampuan dan wawasan baru. Jenis pelatihan yang ditawarkan cukup beragam, seperti Santri Menjadi Content Creator, Mahir Hisab Rukyat, Pesantren Anti-Bullying, dan Santri Mahir Artificial Intelligence. Proses pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui laman resmi Kemenag.
Wakil Kepala Madrasah bidang kurikulum, Suratno, menyampaikan dukungan penuh terhadap partisipasi para guru. ''Meskipun pelatihan ini tidak semua berkaitan langsung dengan kurikulum madrasah, saya berharap para guru tetap ikut karena ilmu baru selalu bermanfaat'' ujarnya. Ia menilai kegiatan ini dapat memperluas wawasan pendidik dalam menghadapi tantangan zaman digital.
Salah satu guru, Siti Fatimah, menyebut dirinya tertarik dengan pelatihan Santri Menjadi Content Creator. Ia mengatakan bahwa kemampuan membuat konten edukatif sangat dibutuhkan saat ini. ''Kami ingin bisa membuat materi pembelajaran yang menarik di media sosial.'' katanya. Guru lainnya memilih pelatihan Pesantren Anti-Bullying karena dinilai relevan dengan kehidupan siswa.
Kepala MAN 1 Muaro Jambi mengapresiasi semangat belajar para guru. Ia menegaskan bahwa guru madrasah harus adaptif terhadap perubahan teknologi. ''Pelatihan seperti ini sangat positif, karena guru akan semakin kreatif dalam mengajar,''ujarnya. Ia juga memberikan izin penuh bagi seluruh guru untuk mengikuti program tersebut.
Hingga siang hari, tercatat lebih dari dua puluh guru telah mendaftar di sistem Pintar Kemenag. Beberapa guru membantu rekan lainnya yang belum terbiasa dengan sistem daring. Pihak madrasah pun menyediakan fasilitas komputer agar semua peserta dapat mendaftar dengan mudah. Semangat gotong royong terlihat di antara mereka.
Selain menambah ilmu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarpendidik se-Indonesia. Para guru bisa saling bertukar ide dan pengalaman mengajar. Hal itu tentu akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di MAN 1 Muaro Jambi.
Suratno menutup dengan pesan bahwa guru sejati adalah yang tak berhenti belajar. �Selama masih menjadi guru, berarti kita masih menjadi murid,� katanya. Semangat belajar itu kini menjadi budaya baru di lingkungan MAN 1 Muaro Jambi.
|
29x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...