
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) - Mega Putri Aulia, Wiji dan teman sekampusnya hari ini (1/2) memperkenalkan Prodi Pendidikan Ekonomi, Universitas Jambi. Dua dara alumni MAN 1 Muaro Jambi ini sebelumnya duduk di kelas XII IIS Tiga. Mereka masuk PTN terbesar di Provinsi Jambi ini melalui jalur SNMPTN. Wiji sendiri saat ini sebagai penerima Bidikmisi 2019.
Saat memasuki kelas ia memberikan motivasi kepada adik-adiknya. "Pertama, lihat kondisi financial kalian kira-kira bakal dapat beasiswa apa biaya sendiri? Mampu tidak dengan financial orangtua? Biaya hidup perbulan berapa ya? Dan sebagainya.", ujarnya. Lebih lanjut in menjelaskan bahwa yang Kedua, bisa membandingkan minat bakat kalian dengan kampus yang akan dituju. Jangan sampai memaksakan masuk kampus dengan jurusan yang tidak sesuai. Nanti bakal merugikan diri anda sendiri. Ketiga, tanyalah kepada beberapa orang kira-kira disana nanti kalian akan diproses dan dibentuk seperti apa? Kemudian fakor-faktor lain juga harus dipertimbangkan seperti jarak., karena kalian disana selama bertahun-tahun. Pilihlah sesuai dengan hati nurani dan harapan anda.
Wanita dan pendidikan, ini tentu dua hal yang kerap menjadi sebuah perbincangan yang menarik. Bagaimana tidak, sejak puluhan tahun yang lalu emansipasi wanita telah dikumandangkan oleh Kartini, sehingga kemudian dianggap menjadi sesuatu hal yang penting oleh sebagian kalangan. Namun, pada kenyataannya, dalam banyak hal wanita masih kerap ketinggalan dan seolah memiliki sejumlah rintangan untuk bisa mendapatkan yang terbaik, salah satunya di bidang pendidikan.
Meski kini hampir semua lembaga pendidikan telah memberikan kesempatan yang sama bagi wanita untuk dapat menempuh pendidikan seperti halnya para pria, namun tidak sedikit juga yang enggan melakukannya.
Mega juga menuturkan bahwa Perempuan akan menjadi seorang ibu rumah tangga yang memiliki tanggung jawab besar terhadap perjalanan rumah tangganya. Sehingga banyak yang mengatakan perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi. Namun, dalam hal ini bukan berarti wanita tidak membutuhkan pendidikan yang tinggi, meskipun kelak ia akan mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga setelah menikah nanti.
Justru tanggung jawab yang besar inilah yang kemudian menjadi sebuah alasan wajib bagi perempuan untuk menempuh pendidikan yang tinggi, sebab masa depan rumah tangga akan ada di tangannya. Pria selaku kepala rumah tangga mungkin saja akan menjadi tulang punggung keluarga, namun perempuanlah yang pada umumnya menjadi sosok yang serba bisa dan akan menangani banyak hal lainnya (di luar nafkah) di rumah tangga itu sendiri.
Seperti mengurus dan merancang masa depan anak-anak, di mana wanita justru akan berperan lebih banyak daripada pria. Anak-anak akan tumbuh di tangan seorang perempuan, sehingga penting bagi wanita (ibu) yang memiliki anak untuk memiliki sejumlah pengetahuan yang mumpuni dalam mengasuh anak-anaknya. Dibutuhkan sejumlah pengalaman dan juga kemampuan yang baik untuk mengurus berbagai hal di dalam rumah tangga, dan ini akan menjadi sesuatu yang lebih mudah jika saja wanita mendapatkan pendidikan yang tinggi dan layak sebelum menikah.
|
425x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...