
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi)
Selama masa penanganan Masa Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Pendidikan Islam dengan nomor B-686.1/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/03/2020 menyampaikan pesan kepada seluruh Kantor Wilayah Kementerian Agama se Indonesia agar meneruskan ke seluruh Madrasah yang ada di wilayahnya masing-masing. Adapun pesan yang disampaikan mengenai sistematika pembelajaran jarak jauh dengan tidak membebani siswa.
Aktivitas dan tugas pembelajaran pada masa Belajar dari Rumah dapat bervariasi
antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/ketersediaan fasilitas belajar di rumah. Pemberian tugas pembelajaran wajib mempertimbangkan konsep belajar dari rumah, yaitu sebagai usaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19, oleh karena itu beban tugas yang diberikan agar dipastikan dapat diselesaikan oleh siswa tanpa keluar rumah dan tetap terjaga kesehatan, serta cukupnya waktu istirahat untuk menunjang daya imunitas siswa.
Belajar dari Rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan
pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan. Belajar dari Rumah lebih menitikberatkan pada pendidikan kecakapan hidup, misalnya
pemahaman mengatasi pandemi Covid-19, penguatan nilai karakter atau akhlak, serta keterampilan beribadah siswa di tengah keluarga.
H. Abdul Rahman, S.Ag, M. Pd. I selaku Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi melalui pesan Whatsapp yang disampaikan kepada seluruh Kepala Madrasah termasuk Dra. Barianti,M.Pd.I (31/3) selaku Kepala MAN 1 Muaro Jambi agar mengingatkan kepada seluruh guru agar tidak membebani siswa dalam belajar. "Sekedar mengingat untuk para Kamad dan majelis guru kita semua punya anak2 di rumah yang masih sekolah, mereka juga ikut khawatir wabah corona saat ini! Pembelajaran jarak jauh merupakan alternatif belajar dilakukan oleh guru selama libur demi masa depan anak2 kita! Jangan sampai tugas2 yang kita berikan secara daring melalui hp/android kepada anak2 dengan beban berlebihan yang justru memperburuk kondisi psikologis anak2 kita dan bahkan membuat anak2 kita makin strees oleh beban tugas tsb, kasihan mereka adalah anak2 kita yang harus tetap kita jaga spirit nya untuk belajar di tengah pendemi corona yang semakin mewabah, berilah tugas yg mereka bisa kerjakan dg nyaman dan tdk terbebani, juga ajari mrk sehingga bisa faham dan mengerti ttg kondisi yg terjadi saat ini, sehingga mereka bisa terhindar dari itu semua, dan ajarilah mereka utk selalu berdoa dan beribadah dg baik kepada Allah Swt.
Karena byk dan sulitnya tugas tsb yg diberikan akhirnya tugas anak menjadi tugas ibu bapaknya di rumah. Sehingga ibu dan bapaknya juga ikut stress... Si bapak jadinya gak betah di rumah dan memutuskan keluar rumah, WFH gagal.....", pesannya.
Dari pesan tersebun, Barianti senantiasa mengingatkan guru agar memberikan tugas yang tidak membebani siswa. Ia berharap kondisi sekarang bisa segera berakhir dan KBM dapat berjalan sebagaimana mestinya.
|
459x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...