
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) menjadi tempat berlangsungnya kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Berbasis Sinta yang secara resmi dibuka hari ini. Pembukaan kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Jurmalis, yang hadir memberikan arahan penuh semangat kepada seluruh peserta. Acara yang dilaksanakan di ruang pertemuan madrasah itu diikuti oleh guru-guru dari berbagai mata pelajaran. Kegiatan bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik dalam memahami dan menerapkan kurikulum terbaru.
Dalam sambutannya, Jurmalis menekankan pentingnya kesiapan guru menghadapi perubahan kurikulum. Beliau menyampaikan bahwa perkembangan pendidikan menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi. “Kita harus mampu berjalan seiring dengan tuntutan zaman, dan pelatihan seperti inilah yang menjadi wadah untuk memperkuat kemampuan kita,” ujarnya dalam kalimat langsung. Penjelasan tersebut disampaikan untuk memotivasi guru agar mengikuti IHT secara maksimal.
Kegiatan IHT menghadirkan pemateri dari Ketua Pokjawas Kemenag Provinsi Jambi, Alimuddin. Kehadiran beliau memberikan suasana berbeda karena materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan madrasah saat ini. Dalam penyampaian materinya, Alimuddin menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Sinta menekankan integrasi nilai keagamaan dan penguatan literasi. Penjelasan tersebut diterima peserta dengan penuh perhatian.
Para peserta IHT tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disajikan oleh pemateri. Mereka mencatat berbagai poin penting yang menjadi acuan implementasi kurikulum. Guru juga diberikan kesempatan berdiskusi tentang tantangan penerapan kurikulum baru di kelas masing-masing. Proses diskusi berlangsung aktif sehingga menambah wawasan bersama.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan simulasi penerapan kurikulum di ruang kelas. Peserta diminta mempraktikkan rancangan pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum Berbasis Sinta. Guru-guru tampak bekerja sama menyusun strategi pengajaran yang inovatif dan kreatif. Simulasi ini membantu peserta memahami langkah konkret dalam pelaksanaan kurikulum.
Ketua Pokjawas, Alimuddin, menegaskan bahwa kurikulum berbasis Sinta dirancang untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai agama dan karakter. Ia menyampaikan bahwa guru harus lebih teliti dalam memilih metode pembelajaran. Melalui keterangan tidak langsung itu, peserta memahami bahwa keberhasilan kurikulum bergantung pada kualitas pendidik. Penyampaian tersebut juga menambah kesadaran bahwa guru adalah ujung tombak perubahan pendidikan.
Kepala Madrasah, Jurmalis, juga menyampaikan harapannya agar seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan secara konsisten. Ia meminta guru untuk terus berkolaborasi dan saling memberikan umpan balik demi kemajuan madrasah. “Saya berharap kegiatan ini tidak hanya selesai hari ini, tetapi berdampak langsung pada kualitas pembelajaran,” ungkapnya dengan penuh optimisme. Pesan tersebut menjadi penutup sambutan beliau.
Kegiatan IHT ditutup dengan foto bersama antara pemateri, guru, dan pimpinan madrasah. Foto tersebut menjadi dokumentasi resmi sekaligus simbol komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di MAN 1 Muaro Jambi. Seluruh peserta tampak puas dengan hasil kegiatan yang berjalan tertib dan lancar. Acara pun disimpulkan dengan doa bersama untuk keberkahan dan kelancaran implementasi kurikulum ke depannya.
|
28x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...