
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kemarin para siswa tampak melakukan latihan intensif menjelang praktik mata pelajaran kesenian yang dijadwalkan pada Kamis, 27 November 205. Latihan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan tiap kelas untuk menentukan bentuk penampilan terbaik mereka. Aktivitas ini terlihat berlangsung teratur karena siswa telah menyusun jadwal yang disepakati bersama. Seluruh peserta tampak berkomitmen menyelesaikan persiapan sesuai target yang ditentukan guru pembimbing.
Pada sesi latihan itu, beberapa kelompok terlihat membahas konsep penampilan seni drama, tari, dan musik. Mereka menyesuaikan konsep dengan tema yang telah dipilih sebelumnya. Keseriusan tampak dari cara mereka menata alur, menentukan peran, dan mengatur pola gerak tari. Para siswa juga berupaya mengintegrasikan unsur musik untuk memperkuat suasana cerita.
Nadia, siswa kelas XII D, menjadi salah satu peserta yang paling aktif dalam latihan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kelompoknya sedang menggarap sendratasik kolosal bertema legenda Malin Kundang. Menurutnya, cerita itu dipilih karena memiliki nilai moral yang kuat untuk ditampilkan. Ia menambahkan bahwa kelompoknya ingin menonjolkan perpaduan dramatik antara dialog, tarian, dan musik tradisional.
Dalam penyampaiannya, Nadia mengatakan, “Kami ingin membuat pertunjukan ini bukan hanya menarik, tetapi juga bermakna bagi penonton.” Pernyataan tersebut menunjukkan antusiasme tinggi terhadap proyek seni yang sedang digarap. Rekan-rekannya juga terlihat memberikan dukungan melalui kerja sama yang solid. Setiap anggota berusaha menyelaraskan peran untuk menghasilkan performa yang lebih matang.
Sementara itu, guru mata pelajaran kesenian terus memantau kemajuan latihan setiap kelas. Mereka memastikan bahwa jalannya kegiatan sesuai rencana tanpa mengganggu mata pelajaran lain. Guru juga memberikan masukan teknis agar hasil akhir dapat tampil optimal pada hari penilaian. Pendampingan dilakukan untuk menjaga kualitas karya serta kedisiplinan seluruh peserta.
Beberapa siswa mengakui bahwa latihan intensif ini membuat mereka lebih memahami proses penciptaan karya seni. Mereka belajar mengatur waktu, membangun kerja sama, dan menyelesaikan masalah teknis yang muncul. Hal tersebut dianggap sebagai pengalaman penting karena mengasah keterampilan non-akademik. Dengan adanya latihan ini, mereka merasa lebih siap menghadapi penilaian praktik.
Suasana latihan pun semakin dinamis karena setiap kelompok berusaha menunjukkan perkembangan terbaik. Beberapa kelas terlihat mulai mencoba kostum, sementara yang lain memperbaiki koreografi. Interaksi antarkelompok berlangsung kondusif meskipun terdapat perbedaan konsep. Kondisi ini menciptakan lingkungan kreatif yang mendorong siswa lebih eksploratif.
Latihan dijadwalkan terus berlanjut hingga menjelang hari pelaksanaan praktik. Para siswa berharap dapat menampilkan karya terbaik yang mencerminkan kerja keras mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan potensi diri melalui seni. Dengan persiapan yang matang, mereka optimis dapat memberikan pertunjukan yang mengesankan bagi seluruh warga madrasah.
|
25x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...