
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi)Â Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah yang diterapkan tentu menuai berbagai respon, baik dari kalangan siswa maupun pihak orangtua.
Pembelajaran secara daring menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa. Beberapa di antara siswa masih terkendala keterbatasan perangkat gawai dan internet, sehingga tidak dapat mengikuti pembelajaran dengan sempurna. Untungnya MAN 1 Muaro Jambi dapat memanfaatkan E-learning madrasah sebuah produk dari Kementerian Agama.
Seorang siswa kelas XII MIA 2, Muhammad Pirdaus Ardiansyah mengaku, belajar di rumah punya suka dan duka tersendiri. Dia merasa lebih senang belajar di rumah. Sebab mendapat kebebasan untuk memilih metode belajar sendiri.
“Enak belajar di rumah, tidak perlu bangun pagi. Habis Solat Subuh tidak perlu mandi, hehehe†kelakarnya.
Akan tetapi, siswa berbadan bongsor tersebut juga mengaku kecewa tidak bisa bersosialisasi dengan teman dan tidak memperoleh uang jajan. Di samping itu, ia juga mengeluhkan saat bingung mencerna materi yang disampaikan guru lewat e-learning
“Kalau nggak ke madrasah, bingung cara ngerjain tugasnya, nggak bisa tanya ke guru,†tambahnya.
Sementara itu, Wulandari mengaku kesulitan saat tidak bisa memahami materi yang disampaikan guru lalu bertanya kepada orang tua, sementara orang tuanya tidak tahu. Selain itu ada beberapa guru yang memberikan materi tidak pada jadwal yang telah ditentukan. Hal lainnya tentu tidak mendapat uang jajan dan tidak bisa bertemu kawan di madrasah.
Dalam pantauan e-learning beberapa siswa aktif dalam mengikuti kelas online. Siswa yang tidak aktif dalam online dan tidak melaporkan ke pihak madrasah melalui wali kelas akan dilakukan pemanggilan guna mencari solusinya. Hal tersebut disampaikan Dra. Barianti,M.Pd.I kepada para guru. "Tolong setiap pekan dilaporkan siswa yang tidak aktif di e-learning untuk dilakukan panggilan agar diketahui penyebabnya mengapa tidak aktif", ujarnya.
|
4930x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...