
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Waka Kurikulum MAN 1 Muaro Jambi, Suratno, mengikuti pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) selama dua hari pada Jumat dan Sabtu (6–7/12). Pelatihan yang diselenggarakan di MAN 2 Muaro Jambi ini menghadirkan pemateri dari Kementerian Agama. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai madrasah yang ingin memperkuat pembelajaran berbasis karakter. Suasana pelatihan berlangsung kondusif dan penuh antusiasme.
Suratno menjelaskan bahwa materi utama dalam pelatihan ini berfokus pada konsep “Panca Cinta”. Ia menyebut bahwa pendekatan ini tidak menambahkan pelajaran baru, tetapi menanamkan nilai-nilai cinta dalam semua bidang studi. Konsep tersebut mencakup cinta kepada Tuhan, sesama, ilmu, lingkungan, dan bangsa. Menurutnya, penerapan nilai tersebut sangat relevan dengan pembentukan karakter peserta didik di era modern.
Dalam sesi tanya jawab, Suratno mengatakan secara langsung, “KBC adalah pendekatan menyeluruh yang tidak hanya mengubah metode mengajar, tetapi juga mengubah cara kita merasakan proses pendidikan.” Ia menegaskan bahwa guru harus hadir dengan hati dan bukan hanya sekadar menyampaikan materi. Pernyataan ini membuat peserta lain memahami kedalaman filosofi KBC. Mereka mulai menyadari bahwa kurikulum ini menuntut kepekaan emosional yang tinggi.
Pelatihan juga mencakup materi pengenalan bahasa, terutama istilah dasar bahasa Arab seperti isim dan fi’il. Instruktur menjelaskan bahwa pemahaman istilah tersebut penting untuk memperkuat integrasi nilai dalam pembelajaran. Peserta juga diperkenalkan pada konsep penguatan bahasa Inggris untuk mendukung terminologi internasional. Pemanfaatan kedua bahasa tersebut dianggap esensial dalam pengembangan kompetensi global siswa.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan materi mengenai penguatan karakter berbasis iman, akhlak, dan ukhuwah. Pemateri memberikan contoh konkret penerapan nilai tersebut dalam kehidupan sekolah. Guru juga diajak melakukan refleksi pribadi sebelum merancang strategi pembelajaran masing-masing. Pendekatan ini bertujuan agar nilai KBC benar-benar tumbuh dari kesadaran mendalam guru.
Salah satu bagian paling interaktif adalah sesi role-playing. Dalam kegiatan tersebut, peserta diminta memerankan situasi kelas yang menampilkan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata. Guru berlatih mengekspresikan empati, keteladanan, dan penghargaan kepada siswa. Aktivitas ini dianggap efektif karena memberikan pengalaman langsung kepada peserta pelatihan.
Menurut Suratno, dua hari pelatihan tersebut memberikan banyak wawasan baru. Ia menyebut bahwa penerapan KBC memerlukan sinergi antara guru, lingkungan madrasah, dan budaya sekolah. Setiap guru harus mampu menyesuaikan metode pembelajaran agar tetap relevan dengan karakter siswa. Ia berharap pelatihan lanjutan dapat diselenggarakan secara berkala.
Pelatihan ditutup dengan penyusunan rencana implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah masing-masing. Peserta diminta menuliskan strategi pengajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai cinta dalam mata pelajaran mereka. Mereka juga diminta membuat laporan perkembangan setelah kembali ke madrasah. Dengan selesainya kegiatan ini, MAN 1 Muaro Jambi berharap dapat meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis nilai secara lebih sistematis.
|
25x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...