
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Pentas seni kembali mewarnai kegiatan akademik di MAN 1 Muaro Jambi pada Kamis (11/12) kemarin. Siswa kelas XII E menampilkan Sendratasik yang mengangkat legenda daerah Jambi, yakni kisah Orang Kayo Hitam. Pertunjukan ini digelar sebagai bagian dari ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian penonton sejak adegan pertama.
Kisah Orang Kayo Hitam dikenal sebagai legenda pahlawan dan pendiri Kesultanan Jambi pada abad ke-14 hingga ke-15 Masehi. Dalam pertunjukan, tokoh Rang Kayo Hitam digambarkan sebagai sosok yang sakti, bijaksana, dan berani. Ia merupakan putra Datuk Paduko Berhalo yang memiliki tekad kuat dalam membangun negeri. Nilai kepemimpinan dan keberanian menjadi benang merah cerita yang disajikan.
Konflik utama dalam cerita muncul saat Rang Kayo Hitam menolak tunduk dan membayar upeti kepada Kerajaan Mataram. Penolakan tersebut memicu ketegangan antara Jambi dan Mataram yang digambarkan melalui dialog dan gerak dramatik. Adegan-adegan konflik ini dikemas dengan penuh ekspresi dan iringan musik tradisional. Penonton dapat merasakan ketegangan yang dialami tokoh utama.
Dalam cerita, Rang Kayo Hitam juga dikenal sebagai pemilik Keris Siginjai yang legendaris. Keris tersebut awalnya dibuat untuk membunuhnya, namun justru berhasil ia kuasai. Keris Siginjai kemudian menjadi lambang kekuasaan dan kebesaran Jambi. Adegan perebutan keris menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian penonton.
Selain kisah kepahlawanan, pertunjukan ini juga menampilkan sisi romantis kehidupan Rang Kayo Hitam. Ia diceritakan menikahi Mayang Mangurai setelah melewati berbagai ujian berat. Adegan ini menunjukkan keteguhan hati dan kesetiaan sang tokoh utama. Perpaduan antara drama, tari, dan dialog membuat alur cerita terasa hidup dan mengalir.
Peran Rang Kayo Hitam diperankan oleh Arjun Saputra yang tampil penuh percaya diri. Ia mampu menampilkan karakter pemimpin yang tegas sekaligus bijaksana. Sementara itu, Akbar Musa Daud memerankan tokoh petinggi Kerajaan Mataram dengan ekspresi antagonis yang kuat. Akting keduanya mendapat apresiasi dari penonton yang hadir.
Guru Seni Budaya, Suci Intan Maulida, S.Sn., M.Sn., turut hadir menyaksikan langsung jalannya pertunjukan. Ia menilai penampilan siswa XII E menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi seni pertunjukan. Turut hadir pula Siti Gfatimah, S.Pd., serta Wakil Kepala Madrasah bidang Kehumasan Hj. Nurgayah, S.Pd.I. Kehadiran para guru menambah semangat para siswa yang tampil di atas panggung.
Beberapa wali siswa juga tampak hadir untuk menyaksikan penampilan putra-putri mereka. Mereka mengaku bangga melihat siswa mampu mengangkat legenda lokal Jambi dengan kemasan yang menarik. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi ajang penilaian akademik, tetapi juga sarana pelestarian budaya daerah. Melalui Sendratasik ini, legenda Orang Kayo Hitam kembali hidup dan dikenalkan kepada generasi muda.
|
38x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...