
Sungai Gelam~ MAN 1Muaro Jambi mengikuti Bimtek Supervisi Pembelajaran berdasarkan Kurikulum (KMA 183 & 184) dan Implementasi E-Learning di Madrasah pada beberapa hari yang lalu. Adapun kegiatan tersebut merujuk Berdasarkan surat Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jambi Nomor B- 3806/ Kw.05.2/ PP.00/ 10/ 2020 tanggal 02 Oktober 2020 tentang undangan Bimtek Supervisi Pembelajaran berdasarkan Kurikulum (KMA 183 & 184) dan Implementasi E-Learning di Madrasah, dilaksanakan secara virtual menggunakan zoom meeting.
Bimtek diawali dengan mata pelajaran Alquran Hadist kemudian Akidah Akhlak dan terakhir mata pelajaran Fikih. MAN 1 Muaro Jambi menjadi salah satu lokasi madrasah yang menyelenggarakan bimtek tersebut bersama kelompok kerja madrasah yang menjadi naungannya.
Kegiatan BIMTEK ini diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI yang dituangkan dalam surat Nomor : B-2125.8/D.J.I/Dt.I.I/PP.00.5/10/2020 Tanggal 2 Oktober 2020. Kemudian ditindaklanjuti oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.
Dalam bimtek ini turut menjadi pemateri adalah Direktur KSKK Kementerian Agama RI Dr. H. A. Umar, MA. Lahirnya KMA 184 dan 183 Tahun 2020 merupakan kado terindah bagi guru madrasah. “Dengan lahirnya KMA ini, madrasah akan menjadi hebat dan bermartabat. Semua guru madrasah wajib siap dan mampu melakukan perubahan, jika tidak lebih baik berhenti saja menjadi guru,†ujarnya.
Banyak tujuan dan manfaat yang diharapkan dari bimtek ini : Pertama, dengan kegiatan ini guru-guru madrasah yang mengampu mata pelajaran bisa memiliki kompetensi mendesain pembelajaran pada abad 21 baik di masa darurat maupun normal. Kedua, diharapkan guru-guru mata pelajaran mampu menterjemahkan ketentuan-ketentuan KMA 184 sehingga ruang kreasi dan inovasi dalam melayani keberagaman bakat dan minat siswa menjadi terbuka dengan seluas-luasnya. Ketiga, meningkatnya kesadaran guru mata pelajaran untuk berubah dan mampu merespon perubahan zaman (Saifudin Zuhri). Perubahan zaman tidak bisa dihindari, contohnya pada masa sekarang kita diharuskan akrab dengan mengajar secara daring/online, tentunya kita harus siap merespon dan bergerak cepat menghadapi itu semua.
Perbedaan KMA 183 dan 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21.Kurikulum baru yang diterapkan dapat mendorong pembelajaran di madrasah menjadi lebih dinamis, kreatif, dan inovatif.
Dra.Barianti,M.Pd.I menyampaikan bahwa Kurikulum ini akan menghasilkan lulusan madrasah yang kompeten dan siap berkompetisi dalam kehidupan yang sangat kompetitif. Prinsip utama dalam pedoman ini digunakan untuk mengembangkan isi pembelajaran, proses dan penilaian pembelajaran, pengembangan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan.
Ia juga berharap agar guru dapat mengikuti kegiatan bimtek sesuai panduan yang telah diberikan oleh kementerian agama. "kita Berharap kepada guru untuk dapat mengikuti bimtek dengan baik dan Sungguh-sungguh, sehingga kurikulum ini bisa dikuasai dengan optimal oleh guru dan akan disampaikan kepada Peserta Didik nantinya". katanya
|
296x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...