
Sungai Gelam — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi ke-69, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muaro Jambi turut ambil bagian dalam memeriahkan momen bersejarah tersebut. Peringatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026, dengan nuansa budaya Melayu yang sangat kental. Seluruh guru dan tenaga kependidikan tampak mengenakan pakaian adat Melayu, yakni Baju Kurung dan Teluk Belango. Kegiatan ini menjadi simbol kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah daerah. Suasana madrasah pun terlihat berbeda dan lebih semarak dibandingkan hari-hari biasa.
Kegiatan penggunaan pakaian adat Melayu ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Gubernur Jambi, Al Haris. Arahan tersebut ditujukan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Jambi agar mengenakan pakaian adat pada peringatan HUT Provinsi Jambi. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya lokal. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kesopanan dan kearifan lokal di tengah masyarakat. MAN 1 Muaro Jambi sebagai lembaga pendidikan turut mendukung penuh kebijakan tersebut.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat, Hj. Nurgayah, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap instruksi gubernur. Ia menjelaskan bahwa penggunaan pakaian adat Melayu bukan sekadar formalitas, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam. “Ini adalah identitas budaya kita sebagai masyarakat Jambi yang harus terus dilestarikan,” ujar Hj. Nurgayah dalam keterangannya. Menurutnya, budaya Melayu mengajarkan nilai kesantunan, kebersamaan, dan rasa hormat. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk ditanamkan di lingkungan pendidikan.
Lebih lanjut, Hj. Nurgayah menjelaskan secara rinci mengenai aturan berpakaian adat yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi. Untuk kaum perempuan, ASN diwajibkan mengenakan Baju Kurung Tanggung dengan lengan tanggung. Sementara itu, kaum laki-laki diwajibkan mengenakan Teluk Belango yang dilengkapi dengan peci dan sarung. Aturan ini bertujuan untuk menjaga keseragaman dan kekhasan busana adat Melayu. Selain itu, ketentuan tersebut juga mencerminkan nilai kesopanan yang menjadi ciri khas budaya Jambi.
Peringatan HUT Provinsi Jambi tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan usia ke-69 provinsi yang dikenal dengan julukan “Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah”. Momen ini dimanfaatkan oleh MAN 1 Muaro Jambi untuk menanamkan rasa nasionalisme dan cinta daerah kepada seluruh warga madrasah. Melalui penggunaan pakaian adat, guru dan tenaga kependidikan memberikan contoh langsung kepada peserta didik. Hal ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran kontekstual tentang pentingnya melestarikan budaya daerah. Pendidikan karakter berbasis budaya pun dapat terwujud secara nyata.
Tidak hanya sebagai bentuk peringatan seremonial, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi budaya. Para siswa terlihat antusias menyaksikan para guru dan tenaga kependidikan mengenakan busana adat Melayu. Beberapa siswa bahkan tampak bertanya mengenai makna dan filosofi pakaian tersebut. Kondisi ini menciptakan interaksi positif antara pendidik dan peserta didik. Suasana madrasah pun menjadi lebih hidup dan edukatif.
Kepala MAN 1 Muaro Jambi secara tidak langsung menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut melalui jajaran pimpinan madrasah. Ia menilai bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal. Dukungan penuh dari seluruh civitas akademika menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Kebersamaan dan kekompakan pun terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, MAN 1 Muaro Jambi berharap dapat terus berkontribusi dalam pelestarian budaya Melayu Jambi. Peringatan HUT Provinsi Jambi ke-69 ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh masyarakat Jambi. Melalui dunia pendidikan, nilai-nilai budaya dapat diwariskan kepada generasi muda. MAN 1 Muaro Jambi berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah daerah. Semangat budaya Melayu pun diharapkan terus hidup dan berkembang di lingkungan madrasah.
|
18x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...