
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kegiatan kokurikuler di MAN 1 Muaro Jambi pada Jumat, 30 Januari 2025, kembali dilaksanakan dengan melanjutkan program yang telah dimulai pada Jumat sebelumnya. Kegiatan ini berfokus pada pengolahan lahan pertanian oleh siswa. Para siswa terlihat aktif membuat galengan atau petakan tanah yang akan digunakan sebagai media tanam. Aktivitas ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual berbasis praktik. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk belajar langsung dari lingkungan sekitar.
Kegiatan kokurikuler tersebut diikuti oleh siswa kelas XII dengan pendampingan guru dan koordinator kegiatan. Mereka bekerja sama membersihkan lahan, membentuk petakan, dan menyiapkan media tanam. Suasana kebersamaan dan gotong royong sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Setiap siswa memiliki peran masing-masing dalam proses pengolahan lahan. Hal ini melatih tanggung jawab dan kerja sama tim.
Koordinator kokurikuler kelas XII, Said, menjelaskan bahwa setiap kelas akan diberikan kapling atau lapak khusus. Kapling tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh siswa sesuai arahan guru. Pembagian kapling dilakukan agar pengelolaan lahan lebih teratur dan terkontrol. Dengan sistem ini, siswa dapat belajar merencanakan dan merawat tanaman secara berkelanjutan. Program ini juga melatih kemandirian siswa dalam mengelola proyek kecil.
“Setiap kelas kami beri kapling agar siswa bertanggung jawab penuh terhadap tanaman yang mereka kelola,” ungkap Said. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menanam, tetapi juga mengamati proses pertumbuhan tanaman. Siswa akan belajar tentang perawatan, pemupukan, dan pengendalian hama. Hasil panen nantinya akan menjadi bahan evaluasi pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Pada kegiatan kali ini, siswa kelas XII memilih menanam kacang panjang. Tanaman tersebut dipilih karena mudah dibudidayakan dan memiliki masa panen yang relatif singkat. Selain itu, kacang panjang juga memiliki nilai ekonomis dan manfaat gizi yang baik. Siswa diajarkan cara menanam yang benar agar tanaman tumbuh optimal. Proses ini menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi mereka.
Kegiatan kokurikuler berbasis pertanian ini merupakan bagian dari upaya madrasah menanamkan keterampilan hidup. Siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Pembelajaran semacam ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Selain itu, siswa juga belajar menghargai proses dan kerja keras. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi masa depan mereka.
Pihak madrasah menilai kegiatan ini sangat positif dan akan terus dikembangkan. Program kokurikuler dirancang agar selaras dengan kebutuhan dan potensi lingkungan sekitar. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, madrasah dapat menciptakan pembelajaran yang relevan dan kontekstual. Kegiatan ini juga mendukung penguatan profil pelajar madrasah. Ke depan, diharapkan semakin banyak inovasi pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan.
|
14x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...