
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kegiatan kokurikuler di MAN 1 Muaro Jambi pada Jumat (13/02) diisi dengan aktivitas penanaman benih jagung untuk kelas XI, penanaman benih terong untuk kelas X, serta pemasangan tali oleh siswa kelas XII. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah pembiasaan Salat Dhuha yang rutin dilakukan setiap pagi. Suasana madrasah tampak berbeda karena para siswa membawa peralatan berkebun dan bekerja sama di lahan praktik. Para guru turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Aktivitas ini menjadi bagian dari program pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan madrasah.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB setelah seluruh siswa menyelesaikan Salat Dhuha berjamaah. Para siswa kemudian diarahkan menuju lahan praktik yang telah disiapkan sebelumnya. Guru pembimbing memberikan arahan teknis mengenai cara menanam benih yang baik dan benar. Mereka juga menjelaskan pentingnya menjaga jarak tanam agar pertumbuhan tanaman optimal. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan.
Siswa kelas XI bertugas menanam benih jagung di petak lahan yang telah ditentukan. Mereka membuat lubang tanam dengan kedalaman tertentu sebelum memasukkan benih jagung. Setelah itu, lubang ditutup kembali dengan tanah dan disiram secukupnya. Salah satu siswa kelas XI mengatakan, “Kegiatan ini membuat kami lebih memahami proses pertanian secara langsung.” Ia juga menambahkan bahwa pengalaman tersebut sangat bermanfaat untuk menambah wawasan di luar kelas.
Sementara itu, siswa kelas X melakukan penanaman benih terong di area berbeda. Guru pendamping menjelaskan bahwa tanaman terong membutuhkan perawatan khusus agar hasilnya maksimal. Para siswa terlihat bekerja dalam kelompok kecil agar pekerjaan lebih cepat selesai. Mereka saling berbagi tugas mulai dari menggali tanah hingga menyiram tanaman. Kegiatan ini juga melatih kekompakan dan tanggung jawab siswa.
Di sisi lain, siswa kelas XII melaksanakan pemasangan tali di sekitar tanaman sebagai penyangga. Pemasangan tali ini bertujuan agar tanaman dapat tumbuh tegak dan tidak mudah roboh. Seorang guru menjelaskan bahwa pemasangan tali sangat penting terutama saat tanaman mulai tumbuh tinggi. Siswa kelas XII tampak serius menyelesaikan tugasnya dengan rapi. Mereka memastikan setiap tali terpasang kuat dan sesuai arahan.
Menurut pihak madrasah, kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai kemandirian dan keterampilan hidup kepada siswa. Selain itu, program ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang mengaitkan teori dengan praktik nyata. Kepala madrasah menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala. Ia berharap siswa dapat memahami pentingnya sektor pertanian bagi kehidupan. Hal tersebut disampaikan dalam pengarahan singkat sebelum kegiatan dimulai.
Secara tidak langsung, kegiatan ini juga mendukung program ketahanan pangan di lingkungan sekolah. Para siswa diajak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memanfaatkan lahan kosong secara produktif. Guru pembimbing menyebutkan bahwa hasil panen nantinya dapat dimanfaatkan bersama. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat hasil nyata dari kerja keras mereka.
Kegiatan kokurikuler tersebut berakhir menjelang siang dengan suasana penuh semangat. Para siswa membersihkan kembali peralatan yang digunakan sebelum kembali ke kelas. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap pertanian sejak dini. MAN 1 Muaro Jambi berkomitmen menjadikan pembelajaran lebih bermakna dan aplikatif. Jumat pagi itu menjadi momen pembelajaran yang berbeda dan berkesan bagi seluruh siswa.
|
13x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...