
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kegiatan kokurikuler di MAN 1 Muaro Jambi pada Jumat (13/02) berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Setelah melaksanakan pembiasaan salat Dhuha, para siswa langsung menuju lahan praktik untuk mengikuti kegiatan berbasis pertanian. Kelas XI melakukan penanaman benih jagung manis, kelas X menanam benih terong, sementara siswa kelas XII bertugas memasang tali sebagai penopang tanaman. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan madrasah dengan pendampingan guru pembina. Seluruh rangkaian aktivitas menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan teori dan praktik secara langsung.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh siswa dari tiga jenjang kelas dengan pembagian tugas yang jelas. Penanaman dilakukan pada pagi hari agar tanaman mendapatkan kelembapan tanah yang optimal. Guru pembimbing menjelaskan teknik dasar menanam yang benar sebelum praktik dimulai. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap arahan yang diberikan. Mereka bekerja sama menggali tanah, memasukkan benih, hingga menutupnya kembali dengan rapi.
Koordinator siswa kelas XI, Suntaji, menjelaskan bahwa jenis jagung yang dipilih adalah jagung manis. Ia mengatakan, “Kami memilih jagung manis karena lebih cepat panen dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemilihan tanaman tidak dilakukan secara sembarangan. Selain mempertimbangkan kemudahan perawatan, nilai gizi juga menjadi pertimbangan utama. Hal ini sekaligus menjadi sarana edukasi tentang pentingnya ketahanan pangan dan pola hidup sehat.
Secara tidak langsung, pihak madrasah menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun karakter peduli lingkungan. Jagung manis diketahui sebagai sumber energi, serat, serta antioksidan seperti lutein, zeaxanthin, dan vitamin C. Kandungan tersebut bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit. Selain itu, nutrisi seperti folat baik untuk kehamilan, sementara kalium dan magnesium membantu mengatur tekanan darah. Informasi ini disampaikan guru agar siswa memahami nilai manfaat dari tanaman yang mereka tanam.
Sementara itu, siswa kelas X menanam terong dengan metode yang telah dijelaskan sebelumnya. Mereka diajarkan cara menjaga jarak tanam agar pertumbuhan optimal. Guru pembina menjelaskan bahwa perawatan rutin akan dilakukan secara bergiliran. Para siswa juga diberi tanggung jawab menyiram tanaman setiap hari sesuai jadwal. Dengan demikian, kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi berlanjut hingga masa panen.
Siswa kelas XII turut berperan dengan memasang tali penopang tanaman. Pemasangan tali bertujuan menjaga tanaman tetap tegak saat tumbuh. Salah satu siswa kelas XII menyampaikan bahwa tugas tersebut melatih ketelitian dan kekompakan tim. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas. Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya pembelajaran kolaboratif yang nyata.
Kepala madrasah memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kokurikuler tersebut. Ia menilai bahwa kegiatan pertanian sederhana mampu menanamkan nilai kerja keras dan tanggung jawab. Selain itu, siswa juga belajar menghargai proses dari menanam hingga memanen. Kegiatan ini menjadi wujud implementasi pembelajaran berbasis proyek di madrasah. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan hidup.
Secara keseluruhan, kegiatan kokurikuler ini menjawab unsur 5W1H secara lengkap. Apa yang dilakukan adalah penanaman jagung manis dan terong serta pemasangan tali tanaman. Siapa yang terlibat adalah siswa kelas X, XI, dan XII MAN 1 Muaro Jambi. Kapan dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari, setelah salat Dhuha. Di mana berlangsung di lingkungan madrasah, dan mengapa dilakukan untuk pembelajaran kontekstual serta penguatan karakter peduli lingkungan. Bagaimana pelaksanaannya dilakukan secara terstruktur dengan pendampingan guru dan pembagian tugas sesuai jenjang kelas.
|
15x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...