
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~Drs Darwin Lubis guru Bahasa Arab MAN 1 Muaro Jambi pada acara punggahan beberapa hari yang lalu diminta untuk memberikan mauiza khasanah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan madrasah dan dihadiri oleh siswa serta dewan guru. Dalam suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan, beliau menyampaikan makna mendalam tentang tradisi punggahan. Acara ini digelar sebagai bentuk persiapan spiritual menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
Kegiatan punggahan dilaksanakan beberapa hari menjelang Ramadhan sebagai tradisi yang telah mengakar di masyarakat Jawa. Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi memiliki nilai religius dan sosial yang kuat. Pihak madrasah memandang perlu memberikan pemahaman kepada siswa tentang makna budaya tersebut. Oleh karena itu, Drs. Darwin Lubis dipercaya untuk menyampaikan tausiah karena kompetensinya di bidang keagamaan. Kehadiran beliau diharapkan mampu memberikan pencerahan kepada seluruh peserta.
Dalam penyampaiannya, Drs. Darwin Lubis menjelaskan bahwa filosofi punggahan berasal dari kata “munggah” yang berarti naik. Ia mengatakan secara langsung, “Punggahan adalah momentum untuk menaikkan kualitas iman dan takwa kita sebelum memasuki bulan Ramadhan.” Pernyataan tersebut disambut dengan perhatian serius dari para siswa. Menurutnya, peningkatan spiritual harus dimulai dengan penyucian hati dan memperbaiki hubungan antarsesama. Ia juga menekankan pentingnya niat yang tulus dalam menyambut bulan suci.
Selain itu, beliau menerangkan bahwa punggahan diisi dengan berbagai kegiatan seperti silaturahmi, doa bersama, dan ziarah leluhur. Tradisi kenduri juga menjadi bagian penting sebagai simbol berbagi rezeki. Secara tidak langsung ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengajarkan nilai solidaritas dan kebersamaan. Para siswa terlihat mengangguk memahami makna yang disampaikan. Guru-guru pun mengapresiasi penjelasan yang sarat nilai edukatif tersebut.
Drs. Darwin Lubis juga mengingatkan pentingnya saling memaafkan sebelum memasuki Ramadhan. “Jangan sampai kita menjalankan ibadah puasa dengan hati yang masih dipenuhi dendam,” ujarnya. Pesan itu menjadi refleksi bersama bagi seluruh warga madrasah. Ia menambahkan bahwa Ramadhan adalah bulan penyucian diri yang harus dipersiapkan secara lahir dan batin. Momentum punggahan menjadi sarana introspeksi diri.
Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Para siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga mencatat poin-poin penting dari tausiah tersebut. Beberapa guru menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini perlu terus dilestarikan. Secara tidak langsung mereka menilai bahwa punggahan mampu memperkuat karakter religius siswa. Nilai-nilai budaya dan agama pun dapat berjalan beriringan.
Wakil Kepala Madrasah dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada Drs. Darwin Lubis. Ia mengatakan bahwa penyampaian materi sangat relevan dengan kebutuhan siswa saat ini. Menurutnya, generasi muda perlu memahami tradisi dengan landasan ilmu dan nilai keislaman. Dengan demikian, mereka tidak sekadar mengikuti kebiasaan, tetapi memahami maknanya. Pihak madrasah berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan spiritual.
Melalui kegiatan punggahan ini, MAN 1 Muaro Jambi berharap seluruh siswa lebih siap menyambut Ramadhan. Tradisi ini menjadi sarana peningkatan iman, penguatan ukhuwah, dan penyucian hati. Kegiatan yang berlangsung di Sungai Gelam tersebut memberikan dampak positif bagi seluruh warga madrasah. Dengan pemahaman yang benar tentang filosofi punggahan, siswa diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran. Semangat kebersamaan dan religiusitas pun semakin terasa di lingkungan madrasah.
|
16x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...