
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Penampilan siswa kelas XII C dalam menyuguhkan pementasan seni tari dan musik yang mengangkat kisah asmara Shinta dan Rama di Taman Budaya Jambi kemarin (16/02) mendapatkan apresiasi luar biasa dari penonton. Sejak awal pertunjukan dimulai, suasana auditorium tampak hening menyaksikan alur cerita yang disajikan. Para penonton berdecak kagum atas penampilan yang dinilai sangat matang. Kombinasi antara seni peran, musik, dan tata panggung menciptakan pengalaman estetis yang kuat. Pertunjukan tersebut menjadi salah satu yang paling dinantikan dalam rangkaian acara.
Dengan pencahayaan yang maksimal dan musik yang cerah, suasana panggung terasa hidup. Suara para pemeran terdengar lantang dan jelas hingga ke seluruh sudut ruangan. Gerak-gerik yang dinamis serta pengaturan blocking yang rapi menunjukkan persiapan yang serius. Alur cerita disusun secara runtut sehingga mudah dipahami oleh penonton dari berbagai kalangan. Meskipun kisah Rama dan Shinta sudah dikenal luas, penyajian yang segar membuatnya tetap menarik.
Penonton terlihat terdiam saat adegan-adegan emosional ditampilkan di atas panggung. Beberapa bahkan tampak terhanyut dalam suasana romantis dan dramatis yang dibangun para pemeran. Tepuk tangan meriah terdengar saat adegan klimaks berhasil dibawakan dengan penuh penghayatan. Salah seorang penonton menyatakan bahwa pertunjukan tersebut terasa seperti drama profesional. Ia mengaku tidak menyangka siswa madrasah mampu menampilkan kualitas sebaik itu.
Indi, pemeran Shinta, tampil memukau sepanjang pertunjukan berlangsung. Ia dinilai mampu menguasai karakter dengan ekspresi dan intonasi yang tepat. Gerakan tari yang dibawakannya tampak luwes dan penuh penghayatan. Banyak penonton memuji kemampuan aktingnya yang natural dan menyentuh. Keberhasilan Indi dalam memerankan Shinta menjadi salah satu faktor utama keberhasilan pementasan tersebut.
Guru kesenian, Suci Intan Maulis, S.Sn., M.Sn., mengungkapkan rasa bangganya terhadap kelas XII C. Ia menyebutkan bahwa latihan dilakukan secara disiplin dan terjadwal. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh tim, baik pemeran maupun kru panggung. “Mereka berlatih dengan penuh tanggung jawab dan komitmen tinggi,” ujarnya. Ia berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi siswa di masa depan.
Selain aspek seni peran, tata kostum dan properti juga menjadi daya tarik tersendiri. Warna-warni kostum tradisional memperkuat nuansa klasik cerita. Musik pengiring yang harmonis semakin menambah suasana dramatis. Semua elemen tersebut berpadu menciptakan pertunjukan yang utuh dan mengesankan. Penonton pun memberikan standing applause di akhir pementasan.
Pementasan ini tidak hanya menjadi ajang ujian praktik, tetapi juga sarana pengembangan bakat siswa. Mereka belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan kerja tim. Pengalaman tampil di panggung besar menjadi momen berharga yang sulit dilupakan. Kelas XII C berhasil menunjukkan bahwa generasi muda mampu melestarikan cerita klasik dengan sentuhan kreatif. Apresiasi penonton menjadi bukti nyata keberhasilan mereka.
Melalui kisah Rama dan Shinta, siswa XII C membuktikan bahwa seni mampu menyentuh hati banyak orang. Pertunjukan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh penonton. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kualitas pendidikan seni di MAN 1 Muaro Jambi. Dengan dukungan penuh dari guru dan madrasah, potensi siswa terus berkembang. Pementasan ini pun menjadi salah satu penampilan terbaik dalam rangkaian ujian praktik tahun ini.
|
11x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...