
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Hari ini, Kamis (20/02/2026), Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Suratno, S.Pd., M.Pd., menerima amanah dari Kepala Madrasah, Jurmalis, untuk menyusun peta konsep pembelajaran yang akan dilaksanakan mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Penugasan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapan madrasah menyambut pembelajaran tatap muka pasca kegiatan mandiri Ramadhan. Penyusunan peta konsep tersebut harus berpedoman pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1290 Tahun 2026. Tema besar yang diusung adalah “Ramadan sebagai Momentum Penguatan Iman, Akhlak, dan Kepedulian Sosial.” Amanah ini menjadi langkah strategis dalam memastikan pembelajaran berjalan terarah dan sistematis.
Kepala Madrasah, Jurmalis, menjelaskan bahwa penyusunan peta konsep sangat penting agar seluruh guru memiliki acuan yang sama. Ia menyampaikan bahwa pembelajaran Ramadhan tidak boleh berjalan tanpa arah yang jelas. “Peta konsep ini akan menjadi panduan agar seluruh mata pelajaran terintegrasi dengan nilai-nilai Ramadhan,” tegasnya. Menurutnya, integrasi tersebut penting untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna. Ia juga berharap agar seluruh guru berkolaborasi dalam proses penyusunannya.
Suratno menyatakan bahwa dirinya siap menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia menjelaskan bahwa peta konsep akan dirancang berbasis kompetensi inti dan kompetensi dasar yang relevan dengan tema Ramadhan. Selain itu, ia juga akan mengintegrasikan penguatan profil pelajar rahmatan lil ‘alamin dalam setiap kegiatan pembelajaran. “Kami ingin memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penyusunan ini akan melibatkan tim kurikulum dan guru mata pelajaran.
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1290 Tahun 2026 menjadi landasan utama dalam penyusunan perencanaan tersebut. Regulasi ini menekankan pentingnya penguatan nilai iman, akhlak, dan kepedulian sosial selama bulan Ramadhan. Oleh karena itu, setiap kegiatan pembelajaran akan dirancang untuk mendukung peningkatan spiritualitas siswa. Misalnya, pembelajaran Bahasa Indonesia dapat mengangkat teks bertema Ramadhan, sedangkan Matematika dapat dikaitkan dengan perhitungan zakat atau infak. Integrasi lintas mata pelajaran ini diharapkan menciptakan pengalaman belajar yang kontekstual.
Selain aspek akademik, peta konsep juga akan memuat kegiatan sosial. Siswa akan diarahkan untuk melakukan aksi nyata seperti berbagi takjil atau menggalang donasi bagi masyarakat kurang mampu. Kegiatan ini akan dikemas sebagai proyek kolaboratif antar kelas. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami teori kepedulian sosial, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Program tersebut dirancang agar selaras dengan semangat Ramadhan sebagai bulan berbagi. Implementasi ini juga menjadi sarana pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).
Guru-guru MAN 1 Muaro Jambi menyambut baik penyusunan peta konsep tersebut. Mereka menilai bahwa adanya panduan yang terstruktur akan memudahkan perencanaan RPP dan modul ajar. Salah seorang guru menyatakan bahwa integrasi tema Ramadhan membuat pembelajaran lebih hidup dan relevan. Secara tidak langsung, kegiatan ini juga meningkatkan kreativitas guru dalam mengembangkan metode pengajaran. Kolaborasi antar guru pun semakin intensif menjelang pelaksanaan pembelajaran tatap muka.
Dari sisi siswa, rencana ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar. Pembelajaran bertema Ramadhan dianggap lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Dengan pendekatan yang kontekstual, siswa akan lebih mudah memahami materi. Selain itu, penguatan nilai akhlak menjadi prioritas utama dalam pembentukan karakter. Hal ini sejalan dengan visi madrasah sebagai lembaga pendidikan berbasis keislaman.
Dengan disusunnya peta konsep pembelajaran Ramadhan 2026, MAN 1 Muaro Jambi menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pendidikan yang holistik. Proses ini bukan sekadar administrasi kurikulum, tetapi strategi membangun generasi beriman dan berempati sosial. Amanah yang diberikan kepada Waka Kurikulum menjadi langkah awal dalam mewujudkan pembelajaran yang terarah. Seluruh komponen madrasah diharapkan mendukung implementasi program ini secara optimal. Ramadhan pun diharapkan menjadi momentum transformasi pendidikan yang lebih bermakna.
|
15x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...