
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Pada Senin (03/02), wali kelas XII B, Suntaji, S.Pd., bersama siswa kelas XII B melakukan takziah ke rumah Ardi. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas wafatnya ibu Ardi. Rombongan berangkat bersama dari madrasah menuju kediaman duka. Suasana haru menyelimuti kehadiran mereka. Kegiatan ini menjadi wujud solidaritas antara guru dan siswa.
Setibanya di rumah duka, rombongan disambut oleh keluarga almarhumah. Mereka kemudian duduk bersama untuk mengikuti rangkaian doa. Dalam takziah tersebut, siswa dan wali kelas membacakan Surat Yasin, tahlil, serta doa bersama. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa empati. Kehadiran rombongan diharapkan dapat menguatkan keluarga yang sedang berduka.
Suntaji, S.Pd. menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada Ardi dan keluarganya. “Kami turut berduka cita atas berpulangnya ibunda Ardi. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya. Ia juga berpesan agar Ardi tetap tabah dan sabar menghadapi cobaan. Secara tidak langsung, ia mengingatkan siswa bahwa kebersamaan dalam suka dan duka adalah bagian dari nilai persaudaraan. Para siswa terlihat menundukkan kepala saat doa dipanjatkan.
Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa yang meninggal dunia adalah adik dari Saudara Aldi. Kabar duka tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada pihak madrasah. Mendengar kabar itu, wali kelas segera mengoordinasikan kunjungan takziah. Keputusan ini diambil sebagai bentuk dukungan moral kepada Ardi. Seluruh siswa menyetujui rencana tersebut tanpa ragu.
Ardi mengucapkan terima kasih atas kehadiran guru dan teman-temannya. Ia mengaku merasa terharu dan terbantu secara emosional. Kehadiran rombongan membuatnya merasa tidak sendiri dalam menghadapi musibah. Beberapa siswa juga secara pribadi menyampaikan dukungan kepadanya. Suasana penuh keakraban terlihat dalam pertemuan tersebut.
Kegiatan takziah ini menunjukkan nilai kepedulian sosial yang ditanamkan di MAN 1 Muaro Jambi. Guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pembimbing dalam kehidupan sosial siswa. Solidaritas yang terjalin antara siswa dan guru menjadi cerminan karakter madrasah. Nilai-nilai kebersamaan terus dipupuk melalui kegiatan nyata seperti ini. Diharapkan hubungan kekeluargaan di lingkungan madrasah semakin erat.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang empati dan pentingnya hadir bagi sesama. Wali kelas berharap pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi seluruh siswa. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter sama pentingnya dengan pendidikan akademik. Dengan kebersamaan, setiap duka dapat diringankan. Takziah tersebut pun ditutup dengan doa bersama untuk almarhumah dan keluarga yang ditinggalkan.
|
12x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...