
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Habibi, siswa kelas XII A, hari ini Kamis (05/03) melakukan pemupukan terhadap tanaman kacang panjang yang menjadi bagian dari program kokurikuler madrasah. Kegiatan ini dilakukan di lahan praktik pertanian milik sekolah. Tanaman yang ditanam sebelumnya mulai menunjukkan penurunan performa pertumbuhan. Daun terlihat kurang hijau dan pertumbuhan batang melambat. Kondisi tersebut mendorong Habibi untuk segera melakukan tindakan perawatan.
Pemupukan dilakukan menggunakan pupuk majemuk NPK 16-16-16. Pupuk ini dipilih karena mengandung unsur nitrogen, fosfor, dan kalium yang seimbang. Ketiga unsur tersebut berperan penting dalam pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Habibi menjelaskan bahwa pemupukan dilakukan sesuai dosis anjuran agar tidak merusak akar tanaman. Ia juga memastikan pupuk ditaburkan secara merata di sekitar pangkal tanaman.
“Kami berharap setelah diberi pupuk, tanaman bisa tumbuh lebih subur dan menghasilkan buah yang maksimal,” ujar Habibi saat ditemui di lokasi. Ia menambahkan bahwa perawatan tanaman membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Menurutnya, program kokurikuler ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Ia merasa lebih memahami teori pertanian setelah mempraktikkannya langsung. Kegiatan tersebut juga melatih tanggung jawab dan kerja sama antar siswa.
Guru pembimbing kokurikuler menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik. Ia mengatakan bahwa siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melakukan observasi langsung terhadap kondisi tanaman. Menurutnya, penurunan performa tanaman bisa disebabkan oleh kekurangan unsur hara dalam tanah. Oleh karena itu, pemupukan menjadi langkah yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Guru juga mengawasi agar proses dilakukan sesuai prosedur.
Program kokurikuler pertanian di MAN 1 Muaro Jambi bertujuan menanamkan keterampilan hidup kepada siswa. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung ketahanan pangan skala kecil di lingkungan madrasah. Tanaman kacang panjang dipilih karena relatif mudah dibudidayakan dan memiliki masa panen yang tidak terlalu lama. Siswa dilibatkan mulai dari proses penanaman, penyiraman, hingga pemupukan. Dengan demikian, mereka memahami seluruh tahapan budidaya.
Habibi dan teman-temannya secara rutin melakukan pengecekan kondisi tanaman. Mereka mencatat tinggi tanaman, jumlah daun, serta perkembangan bunga dan buah. Data tersebut kemudian didiskusikan bersama guru pembimbing. Hasil diskusi menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah perawatan berikutnya. Kegiatan ini melatih siswa berpikir kritis dan sistematis.
Kepala madrasah mengapresiasi semangat siswa dalam merawat tanaman. Ia mengatakan bahwa kegiatan kokurikuler seperti ini sangat positif untuk membangun karakter disiplin dan peduli lingkungan. Ia berharap program pertanian dapat terus dikembangkan dengan jenis tanaman lain. Menurutnya, pembelajaran yang kontekstual akan lebih mudah dipahami siswa. Dukungan madrasah akan terus diberikan agar program berjalan optimal.
Dengan adanya pemupukan ini, diharapkan tanaman kacang panjang kembali tumbuh sehat dan produktif. Habibi optimis hasil panen nantinya akan lebih baik dibanding sebelumnya. Ia berharap kerja keras yang dilakukan bersama teman-temannya membuahkan hasil yang memuaskan. Keberhasilan panen nantinya juga akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kelas XII A. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran praktik mampu memberikan pengalaman bermakna bagi siswa.
|
16x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...