
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muaro Jambi hari ini, Kamis (05/03), memberikan sosialisasi terkait kebencanaan kepada siswa dan guru. Kegiatan ini difokuskan pada pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sosialisasi dilaksanakan di aula madrasah dengan dihadiri ratusan siswa. Kepala madrasah, Jurmalis, turut mendampingi kegiatan tersebut. Acara berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang hari.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga sekolah terhadap potensi bencana di wilayah Muaro Jambi. Petugas BPBD menjelaskan bahwa musim kemarau sering meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Mereka memaparkan penyebab kebakaran, dampak terhadap lingkungan, serta langkah-langkah pencegahan. Materi disampaikan melalui presentasi dan pemutaran video edukatif. Siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Salah satu narasumber dari BPBD menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga lingkungan. “Karhutla tidak hanya merusak hutan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat,” ujarnya dalam sesi pemaparan. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari kesadaran individu. Siswa diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Selain itu, mereka juga diminta segera melapor jika melihat potensi kebakaran.
Kepala madrasah, Jurmalis, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa edukasi kebencanaan sangat penting diberikan sejak dini. Menurutnya, siswa harus memahami risiko bencana yang ada di lingkungan sekitar. Ia berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam. “Kami berterima kasih kepada BPBD yang telah memberikan edukasi langsung kepada siswa,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim BPBD juga memberikan simulasi sederhana mengenai langkah awal penanganan kebakaran kecil. Siswa diperlihatkan cara menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Demonstrasi ini dilakukan agar siswa memiliki gambaran nyata tentang tindakan darurat. Petugas menekankan bahwa keselamatan diri tetap menjadi prioritas utama. Simulasi berlangsung tertib dan mendapat perhatian serius dari peserta.
Wilayah Muaro Jambi termasuk daerah yang memiliki potensi kebakaran lahan saat musim kemarau. Oleh karena itu, kerja sama antara instansi pemerintah dan lembaga pendidikan sangat diperlukan. BPBD berharap sosialisasi seperti ini dapat dilakukan secara rutin. Dengan demikian, informasi kebencanaan dapat tersebar luas. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya karhutla.
Siswa yang mengikuti kegiatan mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru. Mereka menyadari bahwa kebakaran hutan memiliki dampak luas, mulai dari kabut asap hingga gangguan aktivitas belajar. Beberapa siswa bahkan mengajukan pertanyaan terkait langkah konkret yang bisa dilakukan di lingkungan rumah. Petugas BPBD menjawab pertanyaan tersebut dengan rinci dan jelas. Diskusi interaktif membuat suasana semakin hidup.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, MAN 1 Muaro Jambi menunjukkan komitmennya dalam mendukung program mitigasi bencana. Edukasi kebencanaan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peduli lingkungan. Diharapkan siswa mampu menjadi agen perubahan di masyarakat. Kepala madrasah menegaskan bahwa pihaknya terbuka untuk kerja sama serupa di masa mendatang. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara siswa, guru, dan tim BPBD Muaro Jambi.
|
19x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...