
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Dua siswa kelas XII MAN 1 Muaro Jambi melaksanakan ujian madrasah susulan pada Senin (14/04) akibat tidak dapat mengikuti ujian utama di hari terakhir. Kedua siswa tersebut diketahui bernama Restu dan Ade Friska Magfiroh. Ketidakhadiran mereka disebabkan oleh keikutsertaan dalam ujian masuk Poltekkes Jambi yang berlangsung pada waktu bersamaan. Pihak madrasah kemudian memberikan kesempatan ujian susulan sebagai solusi. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan sesuai aturan.
Ketua panitia, Ahmad Said Akbar, menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan yang matang. Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin merugikan siswa yang memiliki alasan jelas. “Kami tetap mengedepankan keadilan bagi seluruh siswa,” katanya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa madrasah berusaha memberikan pelayanan terbaik. Kebijakan ini juga menunjukkan kepedulian terhadap masa depan siswa.
Ujian susulan dilaksanakan di ruang yang telah disiapkan secara khusus oleh panitia. Pengawasan dilakukan secara langsung oleh tim pengawas internal. Hal ini dilakukan untuk menjaga kejujuran dan ketertiban selama ujian berlangsung. Soal yang diberikan juga memiliki tingkat kesulitan yang setara dengan ujian utama. Dengan demikian, standar penilaian tetap terjaga.
Ahmad Said Akbar juga menjelaskan secara tidak langsung bahwa mekanisme ujian susulan sudah menjadi bagian dari sistem. Ia menyebutkan bahwa setiap siswa memiliki hak untuk mengajukan permohonan dengan alasan tertentu. Namun, pengajuan tersebut harus melalui proses verifikasi. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan kebijakan. Sistem ini memastikan bahwa semua berjalan transparan.
Restu mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat terbantu dengan adanya ujian susulan. Ia sempat khawatir tidak dapat menyelesaikan ujian karena benturan jadwal. “Alhamdulillah, saya masih bisa mengikuti ujian,” ujarnya. Ia pun berusaha mengerjakan soal dengan maksimal. Pengalaman ini menjadi pelajaran penting baginya.
Ade Friska Magfiroh juga menyampaikan hal serupa mengenai pengalaman tersebut. Ia merasa bahwa kebijakan madrasah sangat membantu siswa yang memiliki kondisi khusus. Ia mengatakan bahwa dirinya kini bisa fokus pada ujian tanpa beban. Hal ini memberikan semangat baru bagi dirinya. Ia pun berharap hasilnya memuaskan.
Seluruh proses ujian tetap mengikuti SOP yang berlaku di madrasah. Panitia memastikan tidak ada pelanggaran selama kegiatan berlangsung. Semua tahapan dilakukan dengan tertib dan disiplin. Hal ini menunjukkan profesionalisme panitia dalam menjalankan tugasnya. Kegiatan pun berjalan lancar hingga selesai.
Pelaksanaan ujian susulan ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu memberikan solusi yang tepat bagi siswa. Kebijakan yang diambil tidak hanya adil tetapi juga manusiawi. Hal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya. Semua pihak pun diharapkan dapat mendukung kebijakan ini. Dengan demikian, proses pendidikan dapat berjalan optimal.
|
41x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...