
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kamis sore (23/04) terasa berbeda di lingkungan madrasah. Angin berhembus pelan mengiringi langkah-langkah siswa yang bergegas menuju lokasi kegiatan ekstrakurikuler masing-masing. Tidak ada wajah lelah, yang terlihat justru semangat dan antusiasme. Setiap sudut sekolah hidup oleh aktivitas yang beragam. Hari itu bukan sekadar hari latihan, tetapi juga hari pembentukan karakter.
Di lapangan, suara aba-aba terdengar tegas dari pembina Paskibraka, Amri, S.Pd. Barisan siswa berdiri rapi, melangkah serempak dengan penuh konsentrasi. Keringat yang mengalir tidak menyurutkan semangat mereka. Mereka sadar bahwa disiplin tidak datang secara instan. Latihan yang berulang menjadi jalan menuju kesempurnaan gerakan.
Tak jauh dari sana, kelompok olahraga tampak bergerak lincah di bawah arahan Jemmi Andrianto, S.Pd. Tawa sesekali pecah di sela latihan, mencairkan suasana yang penuh energi. Namun di balik itu, tersimpan keseriusan dalam membangun kekompakan tim. Setiap gerakan menjadi bagian dari proses belajar. Olahraga menjadi bahasa kebersamaan yang mudah dipahami.
Berbeda lagi suasana di ruang seni. Alunan kreativitas terasa begitu kental saat siswa dibimbing oleh Suci Intan Maulia, S.Sn., M.Sn. Mereka bebas mengekspresikan diri tanpa takut salah. Warna, gerakan, dan ide bertemu dalam satu ruang. Seni menjadi tempat pulang bagi imajinasi siswa. Di sinilah mereka menemukan jati diri.
Sementara itu, kegiatan keagamaan yang dipandu Ustadz Suntaji, S.Pd.I berlangsung dengan suasana khidmat. Diskusi ringan namun bermakna mengisi waktu mereka. Nilai-nilai kehidupan disampaikan dengan pendekatan yang hangat. Siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga merasakan. Pembelajaran menjadi lebih hidup.
Kegiatan PMR juga berjalan tak kalah serius di bawah bimbingan Rendi Oktarino, S.Pd., M.Pd. Siswa berlatih keterampilan dasar yang suatu saat bisa menyelamatkan nyawa. Ada rasa tanggung jawab yang tumbuh di sana. Mereka belajar bahwa kepedulian adalah bagian dari kemanusiaan. Latihan ini bukan sekadar formalitas.
Kepala madrasah, Jurmalis, S.Pd., M.M., menyampaikan secara langsung, “Saya bangga melihat pembina yang konsisten mendampingi siswa dengan sepenuh hati.” Ia melihat lebih dari sekadar aktivitas, tetapi proses pembentukan generasi. Secara tidak langsung, ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Kolaborasi menjadi kunci utama.
Kegiatan ekstrakurikuler hari itu menjadi bukti bahwa belajar tidak selalu di dalam kelas. Siswa menemukan pengalaman, nilai, dan jati diri melalui aktivitas yang mereka pilih. Madrasah hadir sebagai ruang yang memfasilitasi semua itu. Dari lapangan hingga ruang seni, semuanya memiliki cerita. Dan setiap cerita adalah langkah menuju masa depan.
|
24x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...