
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Pembiasaan salat dhuha di MAN 1 Muaro Jambi masih terus berjalan secara rutin dan konsisten setiap harinya. Kegiatan ini dilakukan oleh siswa sebagai bagian dari pembinaan karakter religius di madrasah. Dengan kesadaran sendiri, siswa datang lebih awal dan melaksanakan salat dhuha sebelum memulai kegiatan belajar. Hal ini menunjukkan adanya perubahan positif dalam perilaku siswa. Program ini menjadi salah satu unggulan dalam pembentukan karakter.
Wali kelas XI D, Jemmi Andrianto, S.Pd., Gr., mengungkapkan bahwa pembiasaan ini tidak terjadi secara instan. Ia mengatakan secara langsung, “Awalnya siswa harus dibina dan diingatkan untuk melaksanakan salat dhuha.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses pembentukan kebiasaan memerlukan waktu. Namun, seiring berjalannya waktu, siswa mulai menunjukkan kesadaran sendiri. Hal ini menjadi hasil dari pembinaan yang konsisten.
Secara tidak langsung, keberhasilan program ini menunjukkan efektivitas pendekatan yang dilakukan oleh guru. Pembinaan yang dilakukan secara terus-menerus mampu membentuk kebiasaan positif. Selain itu, dukungan dari seluruh warga madrasah juga menjadi faktor penting. Lingkungan yang kondusif turut mendorong siswa untuk berperilaku baik. Dengan demikian, program ini dapat berjalan dengan optimal.
Jemmi juga menambahkan bahwa saat ini sebagian besar siswa sudah melaksanakan salat dhuha tanpa perlu diingatkan. Hal ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran spiritual siswa. Meskipun demikian, ia mengakui masih ada beberapa siswa yang belum konsisten. Namun jumlahnya sangat sedikit dan masih dalam batas kewajaran. Kondisi ini dianggap sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Madrasah juga terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program ini. Guru-guru memberikan pendampingan dan motivasi kepada siswa. Hal ini bertujuan agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik. Selain itu, pendekatan yang dilakukan juga bersifat persuasif. Dengan cara ini, siswa tidak merasa terpaksa dalam menjalankan ibadah.
Kegiatan salat dhuha ini juga memberikan dampak positif terhadap kedisiplinan siswa. Siswa menjadi lebih tepat waktu dalam datang ke madrasah. Selain itu, suasana belajar menjadi lebih kondusif. Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan ibadah dapat memengaruhi aspek lain dalam kehidupan siswa. Dengan demikian, manfaatnya sangat luas.
Program ini juga mendapat dukungan dari orang tua siswa. Mereka mengapresiasi upaya madrasah dalam membentuk karakter religius anak. Secara tidak langsung, hal ini memperkuat hubungan antara madrasah dan orang tua. Kerja sama ini menjadi kunci keberhasilan program. Dengan dukungan bersama, tujuan pendidikan dapat tercapai.
Secara keseluruhan, pembiasaan salat dhuha di MAN 1 Muaro Jambi menjadi contoh nyata pendidikan karakter yang berhasil. Dengan komitmen yang kuat, program ini diharapkan dapat terus berjalan. Ke depan, diharapkan seluruh siswa dapat melaksanakan ibadah ini dengan penuh kesadaran. Hal ini akan menjadi bekal penting bagi kehidupan mereka.
|
24x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...