
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kepedulian dan rasa kebersamaan kembali ditunjukkan oleh keluarga besar MAN 1 Muaro Jambi. Wali Kelas XD, Jemi Ardianto, S.Pd., bersama beberapa siswa kelas XD melakukan kunjungan kepada Dimas Andrean yang sedang menjalani masa pemulihan akibat kecelakaan. Kegiatan tersebut dilaksanakan beberapa hari menjelang pelaksanaan ASAT (Asesmen Sumatif Akhir Tahun). Kehadiran rombongan menjadi bentuk dukungan moral bagi Dimas. Selain itu, kunjungan tersebut juga bertujuan memberikan semangat agar Dimas segera pulih.
Kecelakaan yang dialami Dimas terjadi beberapa hari sebelum pelaksanaan ASAT dimulai. Peristiwa tersebut menyebabkan dirinya harus beristirahat di rumah untuk menjalani perawatan. Akibat kondisi yang belum memungkinkan, Dimas belum dapat mengikuti kegiatan belajar seperti biasa. Luka yang dideritanya juga masih membutuhkan waktu untuk sembuh. Oleh sebab itu, ia belum bisa hadir ke madrasah hingga hari kedua pelaksanaan ASAT.
Dalam kunjungan tersebut, Jemi Ardianto menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami peserta didiknya. Ia berharap Dimas dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Menurutnya, kesehatan harus menjadi prioritas utama sebelum memikirkan hal lainnya. Kehadiran wali kelas juga menjadi bentuk perhatian madrasah terhadap seluruh peserta didik. Sikap tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan antara guru dan siswa.
“Yang terpenting saat ini adalah fokus pada kesembuhan terlebih dahulu. Jangan terlalu memikirkan ujian karena nanti bisa mengikuti ujian susulan setelah kondisi membaik,” ujar Jemi Ardianto saat memberikan motivasi kepada Dimas. Pesan tersebut disampaikan dengan penuh kepedulian. Ia ingin agar siswanya tidak merasa terbebani dengan keadaan yang sedang dihadapi. Dukungan tersebut mendapat respons positif dari keluarga Dimas. Mereka merasa terbantu dengan perhatian yang diberikan pihak madrasah.
Beberapa siswa yang ikut dalam kegiatan tersebut juga menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk teman sekelasnya. Mereka berharap Dimas dapat segera sembuh dan kembali belajar bersama di kelas. Kehadiran para siswa mencerminkan rasa solidaritas yang tinggi. Selain memberikan semangat, mereka juga ingin menunjukkan bahwa Dimas tidak sendirian menghadapi masa pemulihan. Suasana kekeluargaan terlihat selama kegiatan berlangsung.
Salah seorang siswa yang hadir mengatakan bahwa seluruh teman sekelas merasa kehilangan karena Dimas belum dapat mengikuti kegiatan belajar bersama. Ia menuturkan bahwa teman-temannya selalu menanyakan perkembangan kondisi Dimas setiap hari. Hal tersebut menunjukkan adanya rasa peduli yang besar di antara siswa kelas XD. Mereka berharap proses penyembuhan dapat berjalan lancar. Dukungan moral terus diberikan melalui berbagai cara.
Pihak madrasah sendiri diketahui telah menyiapkan mekanisme ujian susulan bagi peserta didik yang berhalangan mengikuti ASAT karena alasan tertentu. Kebijakan tersebut diberikan agar setiap siswa tetap memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti penilaian. Dengan demikian, Dimas tidak perlu khawatir mengenai pelaksanaan ujian. Fokus utama yang harus dilakukan saat ini adalah menjaga kondisi kesehatan. Setelah pulih, seluruh kewajiban akademik dapat diselesaikan dengan baik.
Kegiatan menjenguk siswa yang sedang sakit atau mengalami musibah merupakan tradisi positif yang terus dijaga di MAN 1 Muaro Jambi. Melalui kegiatan tersebut, nilai simpati dan empati dapat ditanamkan kepada seluruh warga madrasah. Kehadiran guru dan siswa menjadi bukti nyata kepedulian terhadap sesama. Diharapkan semangat kebersamaan seperti ini terus tumbuh dan berkembang. Selain membantu proses pemulihan, dukungan tersebut juga memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan madrasah.
|
16x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...