Selamat Datang di Website Resmi MAN 1 Muaro Jambi # Bersyukurlah atas peristiwa yang terjadi # Selalu Berpikir Positif Atas Peristiwa yang Terjadi Hari Ini # Selamat datang di website MAN 1 Muaro Jambi # MAN SAMUJA MADRASAH HEBAT DAN BERMARTABAT # Terima Kasih Telah Mengunjungi Website Kami
Diposting Pada: Jumat, 03 Juli 2026

Perubahan MATSAMA Menjadi MATAMUDA, MAN 1 Muaro Jambi Siap Sambut Siswa Baru dengan Lingkungan yang Aman dan Ramah

Perubahan MATSAMA Menjadi MATAMUDA, MAN 1 Muaro Jambi Siap Sambut Siswa Baru dengan Lingkungan yang Aman dan Ramah

Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kepala MAN 1 Muaro Jambi, Jurmalis, menyampaikan bahwa terdapat perubahan penting dalam pelaksanaan masa penyambutan peserta didik baru pada tahun pelajaran 2026/2027. Perubahan tersebut merupakan kebijakan resmi dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengganti istilah Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) menjadi Masa Ta'aruf Madrasah Unggul, Damai, dan Aman (MATAMUDA). Kebijakan ini mulai diberlakukan pada awal tahun ajaran baru 2026 sebagai bagian dari transformasi pendidikan madrasah di Indonesia. Menurut Jurmalis, perubahan nama tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga membawa semangat baru dalam menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan. Ia menegaskan bahwa MAN 1 Muaro Jambi siap melaksanakan MATAMUDA sesuai petunjuk teknis yang telah diterbitkan oleh Kementerian Agama.

Jurmalis menjelaskan bahwa pihak madrasah telah mempelajari petunjuk teknis serta pedoman pelaksanaan MATAMUDA yang menjadi acuan bagi seluruh madrasah di Indonesia. Ia mengatakan seluruh guru dan panitia penyelenggara akan mengikuti ketentuan tersebut agar pelaksanaan berjalan sesuai tujuan yang diharapkan pemerintah. Menurutnya, perubahan ini merupakan langkah positif dalam membangun budaya madrasah yang lebih humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. "Kami mendukung penuh kebijakan Kementerian Agama. MATAMUDA menjadi momentum untuk mengenalkan budaya madrasah yang unggul, damai, aman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa baru," ujar Jurmalis. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi komitmen madrasah dalam memberikan pengalaman pertama yang baik kepada peserta didik baru.

Kementerian Agama sebelumnya mengumumkan perubahan nama tersebut sebagai bagian dari pembaruan sistem pengenalan lingkungan madrasah. Dalam keterangannya, kementerian menjelaskan bahwa perubahan istilah menjadi MATAMUDA menandai transformasi pelaksanaan orientasi siswa agar lebih edukatif dan berorientasi pada perlindungan anak. Selain perubahan nama, Kementerian Agama juga menerbitkan juknis beserta pedoman yang mengatur seluruh rangkaian kegiatan selama masa pengenalan berlangsung. Pedoman tersebut memuat materi, tata cara pelaksanaan, hingga larangan terhadap berbagai bentuk kekerasan fisik maupun verbal. Dengan demikian, seluruh madrasah memiliki standar yang sama dalam melaksanakan kegiatan penyambutan peserta didik baru.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani, menjelaskan bahwa MATAMUDA dirancang agar setiap peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang positif sejak hari pertama berada di lingkungan madrasah. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada praktik perundungan, intimidasi, ataupun kegiatan yang merendahkan martabat siswa baru. "Kami ingin memastikan seluruh siswa baru mendapatkan pengalaman positif sejak hari pertama di madrasah," tegas Muhammad Ali Ramdhani. Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman bagi seluruh peserta didik. Kebijakan ini sekaligus memperkuat komitmen Kementerian Agama terhadap perlindungan hak-hak anak di lingkungan pendidikan.

Selain mengatur teknis pelaksanaan, pedoman MATAMUDA juga menekankan pentingnya penguatan karakter siswa selama masa pengenalan. Guru dan panitia diminta mengedepankan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, disiplin, gotong royong, serta sikap saling menghargai. Materi yang diberikan kepada peserta didik diarahkan untuk mengenalkan budaya madrasah, tata tertib, layanan pendidikan, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia. Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar secara cepat dan menyenangkan. Pelaksanaan MATAMUDA juga menjadi kesempatan bagi madrasah untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak awal.

Di MAN 1 Muaro Jambi sendiri, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyukseskan pelaksanaan MATAMUDA. Jurmalis mengatakan bahwa panitia telah menyusun agenda kegiatan yang mengacu sepenuhnya pada juknis Kementerian Agama. Seluruh kegiatan nantinya akan dikemas secara edukatif, interaktif, dan melibatkan guru serta pengurus organisasi siswa sebagai pendamping. Menurutnya, siswa baru akan diperkenalkan dengan lingkungan madrasah tanpa adanya kegiatan yang bersifat menghukum atau memberikan tekanan fisik maupun psikologis. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana yang menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru.

Lebih lanjut, Jurmalis menyampaikan bahwa keberhasilan MATAMUDA tidak hanya bergantung pada panitia pelaksana, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh warga madrasah. Ia mengajak guru, tenaga kependidikan, siswa, hingga orang tua untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak akan menjadi modal utama dalam membangun budaya madrasah yang positif. "Kami berharap seluruh warga madrasah dapat memberikan contoh yang baik sehingga siswa baru merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar MAN 1 Muaro Jambi," katanya. Ia optimistis semangat kebersamaan akan memperkuat keberhasilan program tersebut.

Melalui perubahan MATSAMA menjadi MATAMUDA, Kementerian Agama berharap seluruh madrasah di Indonesia mampu menghadirkan proses pengenalan lingkungan yang lebih berkualitas. MAN 1 Muaro Jambi menyambut baik kebijakan tersebut dan siap menerapkannya sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan. Dengan pelaksanaan yang aman, damai, dan berorientasi pada pembentukan karakter, peserta didik baru diharapkan memperoleh kesan pertama yang positif terhadap kehidupan di madrasah. Keberhasilan MATAMUDA juga diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya budaya belajar yang nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan. Madrasah optimistis bahwa kebijakan baru ini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

 


44x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Meneguhkan Ekstrakurikuler Keagamaan Pada Diri Siswa 130x dibaca
  2. Perkembangan Pendaftaran Peserta Didik Baru di MAN 1 Muaro Jambi 204x dibaca
  3. Jadikan Minat dan Bakatmu Tambahan Uang Jajan 394x dibaca
  4. Siswa Diimbau Segera Laporkan Ketidakhadiran untuk ASAS Susulan 66x dibaca
  5. Dana PIP Cair, MAN 1 Muaro Jambi Imbau Orang Tua Dampingi Siswa ke Bank 31x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MAN 1 Muaro Jambi

Mars Madrasah