
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kepala MAN 1 Muaro Jambi, Jurmalis, S.Pd., M.M., menginformasikan adanya perubahan penting pada sistem pendataan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di lingkungan madrasah yang dikelola Kementerian Agama. Perubahan tersebut mulai berlaku pada Minggu (05/07), ditandai dengan beralihnya domain dev-emisgtk.kemenag.go.id menjadi domain utama emisgtk.kemenag.go.id. Sementara itu, data pada sistem lama masih dapat diakses melalui domain old-emisgtk.kemenag.go.id sebagai bagian dari proses transisi layanan. Informasi ini disampaikan agar seluruh guru, tenaga kependidikan, dan operator madrasah memahami perubahan tersebut sehingga tidak mengalami kendala saat mengakses layanan administrasi kepegawaian. Kebijakan ini merupakan langkah lanjutan Kementerian Agama dalam memperkuat layanan digital yang lebih modern, cepat, dan terintegrasi.
Jurmalis menjelaskan bahwa perubahan domain bukan sekadar pergantian alamat situs, tetapi merupakan bagian dari pengembangan sistem yang telah dipersiapkan sejak beberapa waktu lalu. Menurutnya, seluruh operator madrasah harus segera menyesuaikan diri dengan tampilan dan mekanisme baru yang tersedia pada sistem EMIS-GTK. "Kami mengimbau seluruh guru dan operator MAN 1 Muaro Jambi agar mulai menggunakan domain resmi emisgtk.kemenag.go.id untuk seluruh aktivitas pendataan. Jangan sampai masih menggunakan alamat lama yang sudah tidak menjadi domain utama," ujarnya. Ia menambahkan bahwa sosialisasi perubahan tersebut penting agar seluruh proses administrasi dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Sebelumnya, sistem layanan Guru dan Tenaga Kependidikan di bawah Kementerian Agama menggunakan aplikasi SIMPATIKA dengan domain simpatika.kemenag.go.id. Dalam perkembangannya, sistem tersebut kemudian berubah nama menjadi EMIS-GTK dengan menggunakan domain emisgtk.kemenag.go.id, meskipun pada tahap awal tampilan dan mekanisme kerjanya masih relatif sama. Perubahan itu dilakukan sebagai bagian dari penyempurnaan layanan berbasis digital di lingkungan madrasah. Selanjutnya, Kementerian Agama menghadirkan domain dev-emisgtk.kemenag.go.id sebagai media uji coba sistem baru yang dikembangkan oleh tim pengembang aplikasi. Melalui tahapan tersebut, pengguna diberi kesempatan untuk mengenal fitur-fitur baru sebelum sistem diterapkan secara penuh.
Selama masa uji coba, para operator madrasah dan guru diminta untuk mulai membiasakan diri menggunakan antarmuka baru yang tersedia pada domain pengembangan tersebut. Berbagai masukan dari pengguna menjadi bahan evaluasi bagi tim pengembang dalam menyempurnakan sistem. Perbaikan dilakukan secara bertahap agar aplikasi mampu memberikan pelayanan yang lebih stabil, aman, dan mudah digunakan. Dengan adanya proses uji coba tersebut, berbagai kendala teknis dapat diminimalkan sebelum sistem resmi diterapkan. Tahapan ini menunjukkan bahwa transformasi digital dilakukan secara terencana dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Kini, setelah melalui proses pengembangan dan evaluasi yang cukup panjang, Kementerian Agama menetapkan bahwa sistem EMIS-GTK baru telah siap digunakan secara penuh. Mulai tanggal 5 Juli 2026, domain dev-emisgtk.kemenag.go.id tidak lagi difungsikan sebagai sarana uji coba. Seluruh layanan resmi kini dipusatkan pada domain emisgtk.kemenag.go.id, sedangkan domain old-emisgtk.kemenag.go.id tetap disediakan bagi pengguna yang masih memerlukan akses terhadap data pada sistem sebelumnya. Langkah ini dilakukan agar proses migrasi data dapat berlangsung secara bertahap tanpa mengganggu pelayanan kepada guru maupun tenaga kependidikan. Dengan demikian, seluruh pengguna memiliki waktu yang cukup untuk menyesuaikan diri dengan sistem baru.
Jurmalis menilai bahwa pembaruan sistem ini akan memberikan banyak manfaat bagi pengelolaan data GTK di lingkungan madrasah. Menurutnya, sistem yang lebih modern akan mempercepat proses pembaruan data, meningkatkan keamanan informasi, serta mempermudah koordinasi antara madrasah dengan Kementerian Agama. "Perubahan ini hendaknya disambut dengan semangat belajar dan beradaptasi. Teknologi akan sangat membantu pekerjaan apabila kita memahami cara menggunakannya," kata Jurmalis. Ia juga meminta operator madrasah untuk aktif mempelajari setiap pembaruan fitur agar dapat memberikan pendampingan kepada guru apabila diperlukan. Dengan kerja sama yang baik, proses migrasi sistem diyakini akan berjalan lebih efektif.
Operator MAN 1 Muaro Jambi juga mulai melakukan penyesuaian terhadap penggunaan domain baru tersebut. Mereka memastikan seluruh akun pengguna dapat diakses dengan baik serta melakukan pengecekan terhadap data guru dan tenaga kependidikan yang telah tersimpan di dalam sistem. Selain itu, operator siap memberikan pendampingan kepada guru apabila mengalami kendala saat melakukan login maupun pembaruan data. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan agar seluruh administrasi kepegawaian tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kehadiran operator menjadi bagian penting dalam menyukseskan implementasi sistem EMIS-GTK yang baru.
Dengan diberlakukannya domain resmi EMIS-GTK, MAN 1 Muaro Jambi berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin siap menghadapi transformasi layanan digital di lingkungan Kementerian Agama. Pembaruan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data, mempercepat pelayanan administrasi, serta mendukung pengambilan kebijakan yang lebih akurat. Madrasah juga berkomitmen untuk terus mengikuti setiap perkembangan teknologi yang diterapkan oleh pemerintah demi meningkatkan mutu pelayanan pendidikan. Seluruh warga madrasah diharapkan dapat memanfaatkan sistem baru tersebut secara optimal dengan tetap memperhatikan ketepatan dan kelengkapan data yang diinput. Melalui kolaborasi yang baik antara guru, operator, dan pihak madrasah, implementasi EMIS-GTK diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan madrasah.
|
49x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...