
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Pelaksanaan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) hari kedua di MAN 1 Muaro Jambi berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar pada kegiatan yang dipusatkan di ruang Aula Kesenian madrasah. Seluruh peserta didik baru mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan antusias sejak awal hingga akhir kegiatan. Agenda tersebut merupakan bagian dari program pengenalan lingkungan madrasah yang dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta wawasan peserta didik baru. Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh guru MAN 1 Muaro Jambi, Andoko, S.Pd., yang memberikan pembekalan mengenai penggunaan teknologi informasi secara bijaksana. Selain itu, peserta juga memperoleh materi mengenai pengenalan jenis-jenis perundungan serta program bimbingan remaja usia sekolah sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Kegiatan diawali dengan pengarahan dari panitia MATAMUDA yang mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Para siswa kemudian menempati tempat duduk yang telah disiapkan sehingga pelaksanaan berjalan dengan rapi dan teratur. Suasana aula terlihat kondusif karena seluruh peserta memperhatikan setiap arahan yang diberikan. Panitia juga memastikan seluruh sarana pendukung seperti proyektor, pengeras suara, dan media presentasi dapat digunakan dengan baik. Hal tersebut membuat penyampaian materi berlangsung lebih efektif dan mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Pada sesi pertama, Andoko, S.Pd. menjelaskan pentingnya kemampuan memanfaatkan teknologi informasi secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Ia mengajak peserta didik agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai sarana belajar dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan etika dalam menggunakan media digital agar tidak menimbulkan dampak negatif. "Teknologi informasi harus dimanfaatkan sebagai media untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan untuk menyebarkan informasi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," ujar Andoko di hadapan peserta MATAMUDA. Penjelasan tersebut mendapat perhatian penuh dari para peserta yang terlihat aktif menyimak materi.
Selain membahas pemanfaatan teknologi informasi, pemateri juga mengenalkan berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun melalui media sosial. Peserta diberikan pemahaman bahwa perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ejekan, intimidasi, ancaman, hingga tindakan yang dilakukan melalui platform digital. Andoko menjelaskan bahwa setiap warga madrasah memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Ia juga mengingatkan bahwa korban maupun saksi perundungan tidak boleh takut untuk melaporkan kejadian kepada guru atau pihak yang berwenang. Dengan demikian, tindakan perundungan dapat dicegah sejak dini.
Materi berikutnya membahas program bimbingan remaja usia sekolah yang bertujuan membantu peserta didik menghadapi berbagai tantangan perkembangan remaja. Program tersebut dikenalkan sebagai wadah untuk memperoleh pendampingan, pembinaan karakter, serta penguatan mental bagi para siswa. Pemateri menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase penting yang memerlukan arahan agar peserta didik mampu mengambil keputusan secara bijaksana. Ia juga menerangkan bahwa madrasah selalu membuka ruang konsultasi bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar maupun persoalan pribadi. Penjelasan tersebut memberikan gambaran bahwa madrasah tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada perkembangan karakter peserta didik.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengikuti setiap penjelasan secara serius. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan mengenai penggunaan media sosial yang aman dan cara menghadapi tindakan perundungan apabila terjadi di lingkungan sekitar. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara rinci oleh pemateri sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Panitia MATAMUDA juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi mengenai berbagai contoh kasus yang sering terjadi di kalangan remaja. Suasana diskusi berlangsung aktif sehingga materi menjadi lebih mudah dipahami.
Panitia MATAMUDA menyampaikan bahwa materi pada hari kedua memang dirancang untuk memberikan bekal kepada peserta didik dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Menurut panitia, kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif harus dibangun sejak awal agar peserta didik mampu menggunakan berbagai fasilitas digital secara bertanggung jawab. Panitia juga menjelaskan bahwa pencegahan perundungan menjadi salah satu perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kenyamanan proses belajar di madrasah. Secara tidak langsung, pihak madrasah berharap seluruh peserta mampu menjadi generasi yang saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Harapan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen MAN 1 Muaro Jambi dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Melalui pelaksanaan MATAMUDA hari kedua ini, MAN 1 Muaro Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, beretika, dan mampu menghadapi perkembangan teknologi secara bijaksana. Kegiatan berlangsung hingga seluruh rangkaian materi selesai tanpa kendala berarti. Peserta didik memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru yang diharapkan dapat diterapkan selama menempuh pendidikan di madrasah. Dengan pembekalan tersebut, mereka diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bebas dari perundungan, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk hal-hal yang positif. MATAMUDA pun menjadi langkah awal dalam membangun generasi madrasah yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
|
3x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...