
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Hari terakhir pelaksanaan Masa Taaruf Murid Madrasah (Matamuda) di MAN 1 Muaro Jambi pada Kamis (16/07) berlangsung semarak dengan beragam penampilan ekstrakurikuler yang memukau. Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian peserta didik baru adalah atraksi dari tim kesenian madrasah yang menyuguhkan tari kolosal dengan konsep budaya dan edukasi. Selain menjadi hiburan, penampilan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan prestasi ekstrakurikuler kesenian kepada seluruh murid baru. Pada kesempatan yang sama, tim kesenian turut menggelar karya CBP (Cinta, Bangga, Paham) Rupiah sebagai bentuk edukasi kepada warga madrasah mengenai pentingnya menjaga dan mencintai mata uang Indonesia. Rangkaian kegiatan berlangsung meriah serta mendapat apresiasi dari guru, tenaga kependidikan, dan seluruh peserta Matamuda.
Sebelum memasuki sesi penampilan, seluruh peserta mengikuti senam pagi bersama yang dipandu oleh Pembina Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Gesang, yang juga merupakan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kegiatan tersebut diikuti dengan penuh semangat oleh siswa baru, panitia, guru, dan seluruh warga madrasah yang hadir. Senam pagi menjadi pembuka yang menyenangkan sekaligus membangun kekompakan sebelum rangkaian demonstrasi ekstrakurikuler dimulai. Setelah seluruh peserta kembali berkumpul di halaman utama, satu per satu ekstrakurikuler menampilkan kemampuan terbaiknya. Tim kesenian kemudian tampil sebagai salah satu penampilan yang paling dinantikan oleh para peserta.
Puluhan anggota tim kesenian memasuki arena dengan mengenakan kostum tari yang berwarna-warni dan sarat nuansa budaya Nusantara. Gerakan yang harmonis dipadukan dengan iringan musik tradisional dan modern menciptakan pertunjukan tari kolosal yang memikat perhatian seluruh penonton. Kekompakan para penari menunjukkan hasil latihan yang disiplin dan kerja sama yang baik antarsesama anggota. Setiap gerakan yang ditampilkan menggambarkan semangat kebersamaan, kecintaan terhadap budaya bangsa, serta karakter generasi muda madrasah yang kreatif. Tepuk tangan meriah dari peserta dan guru terus mengiringi jalannya pertunjukan hingga tarian berakhir.
Tidak hanya menyajikan hiburan, tim kesenian juga menghadirkan edukasi melalui pameran karya CBP (Cinta, Bangga, Paham) Rupiah. Kegiatan tersebut dipandu oleh Duta Guru CBP Rupiah, Suci Intan Maulia, bersama Kepala MAN 1 Muaro Jambi, Jurmalis, S.Pd., M.M., guru, dan para siswa. Dalam kegiatan itu, peserta diajak memahami pentingnya mencintai, menggunakan, serta menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Berbagai karya kreatif hasil siswa dipamerkan untuk memperkuat pesan edukasi kepada peserta didik baru. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mengamati setiap karya dan mengikuti penjelasan yang diberikan oleh tim kesenian.
Suci Intan Maulia menjelaskan bahwa gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah bukan sekadar slogan, melainkan bentuk pendidikan karakter yang dapat ditanamkan sejak dini. Menurutnya, generasi muda harus memahami bahwa Rupiah merupakan simbol kedaulatan bangsa yang harus dihormati dan dijaga keberadaannya. "Melalui karya seni, kami ingin menyampaikan pesan kepada siswa bahwa mencintai Rupiah dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti merawat uang dengan baik, menggunakan Rupiah dalam transaksi, dan memahami fungsinya sebagai identitas negara," ujarnya. Ia menambahkan bahwa seni menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan edukatif kepada peserta didik. Penjelasan tersebut mendapat perhatian serius dari para murid baru yang mengikuti kegiatan hingga selesai.
Pada kesempatan tersebut, Kepala MAN 1 Muaro Jambi, Jurmalis, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi atas dedikasi tim kesenian yang telah mengharumkan nama madrasah di tingkat Provinsi Jambi. Ia mengatakan bahwa keberhasilan menjadi Juara I Festival Karya CBP Rupiah dalam rangkaian Selaras Fest 2026 merupakan prestasi yang sangat membanggakan. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa siswa MAN 1 Muaro Jambi mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam bidang seni dan literasi keuangan. "Prestasi ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, pembina, dan dukungan semua pihak. Saya berharap capaian ini menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus berkarya dan berprestasi," ungkapnya. Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh peserta yang hadir.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi tersebut, MAN 1 Muaro Jambi menerima cendera mata berupa uang pecahan Rp5.000 dua sah lembar yang belum terpotong dan telah bersertifikat. Penyerahan cendera mata dilakukan melalui Kepala Madrasah sebagai simbol apresiasi terhadap keberhasilan tim kesenian dalam Festival Karya CBP Rupiah tingkat Provinsi Jambi. Koleksi tersebut menjadi salah satu kebanggaan madrasah sekaligus media edukasi bagi peserta didik mengenai sejarah dan nilai mata uang Indonesia. Guru dan siswa tampak antusias menyaksikan penyerahan cendera mata yang memiliki nilai edukatif sekaligus historis tersebut. Momentum itu menjadi salah satu bagian yang paling berkesan dalam pelaksanaan hari terakhir Matamuda.
Berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Matamuda menjadi penanda dimulainya perjalanan para peserta didik baru sebagai keluarga besar MAN 1 Muaro Jambi. Kepala madrasah berharap seluruh murid baru dapat memanfaatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana mengembangkan bakat, karakter, dan kemampuan kepemimpinan. Ia juga menegaskan bahwa madrasah akan terus mendukung pembinaan prestasi siswa di bidang akademik maupun nonakademik agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Seluruh penampilan yang ditampilkan selama Matamuda menjadi bukti bahwa MAN 1 Muaro Jambi memiliki lingkungan belajar yang aktif, kreatif, dan berprestasi. Dengan semangat kebersamaan yang telah terbangun, diharapkan para siswa baru siap mengukir prestasi serta membawa nama baik madrasah di masa yang akan datang.
|
64x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...