
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) Wira MAN 1 Muaro Jambi kembali menggelar latihan rutin pada Kamis (30/07) di lingkungan madrasah. "Latihan ini menjadi bekal penting bagi seluruh anggota PMR agar mampu memberikan pertolongan pertama ketika terjadi insiden di lingkungan madrasah," ungkap Ketua PMR MAN 1 Muaro Jambi, Indah. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh anggota PMR Wira dengan didampingi langsung oleh pembina ekstrakurikuler. Latihan rutin ini bertujuan meningkatkan keterampilan anggota dalam memberikan pertolongan pertama kepada warga madrasah yang membutuhkan bantuan. Melalui kegiatan tersebut, PMR diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan sederhana selama kegiatan belajar maupun kegiatan lainnya di madrasah.
Indah menjelaskan bahwa latihan rutin selalu difokuskan pada penguasaan teknik pertolongan pertama, penanganan cedera ringan, hingga prosedur evakuasi sederhana. "Kami ingin seluruh anggota PMR siap bertugas kapan pun dibutuhkan, baik saat upacara bendera maupun dalam aktivitas sehari-hari di madrasah," ujar Indah. Ia mengatakan bahwa kemampuan tersebut harus terus diasah agar para anggota tidak ragu ketika menghadapi situasi darurat. Menurutnya, latihan yang dilakukan secara berkala akan meningkatkan rasa percaya diri sekaligus kemampuan bekerja sama antarsesama anggota PMR. Oleh karena itu, setiap anggota diwajibkan mengikuti latihan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Pada setiap pelaksanaan upacara bendera hari Senin, anggota PMR Wira selalu bersiaga di beberapa titik yang telah ditentukan. "Kami selalu menempatkan petugas agar dapat bergerak cepat apabila ada peserta upacara yang mengalami pingsan atau gangguan kesehatan," kata Indah. Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan tersebut merupakan bentuk pelayanan PMR kepada seluruh warga madrasah. Selama kegiatan berlangsung, anggota PMR membawa perlengkapan pertolongan pertama agar dapat digunakan sewaktu-waktu. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mempercepat penanganan sebelum mendapatkan tindakan lanjutan apabila diperlukan.
Selain bertugas saat upacara, anggota PMR juga aktif memberikan pelayanan ketika berlangsung kegiatan olahraga maupun aktivitas pembelajaran lainnya. "Sering kali ada siswa yang mengalami lecet, terkilir, atau terjatuh saat berolahraga sehingga mereka langsung menuju ruang UKS," tutur Indah. Ia menjelaskan bahwa anggota PMR telah dibekali kemampuan dasar untuk menangani cedera ringan sesuai prosedur. Dengan pelayanan tersebut, siswa yang mengalami kecelakaan ringan dapat segera memperoleh pertolongan pertama sebelum kondisinya membaik. Kehadiran PMR pun memberikan rasa aman bagi seluruh warga madrasah.
Pembina PMR MAN 1 Muaro Jambi, Rendi Oktarino, S.Pd., mengatakan bahwa ruang UKS selalu dijaga oleh anggota PMR yang telah mendapatkan pelatihan. "Anggota PMR bertugas sesuai jadwal piket sehingga pelayanan di ruang UKS tetap berjalan dengan baik," jelas Rendi. Ia menerangkan bahwa sistem piket dibuat agar setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan pelayanan kesehatan. Menurutnya, kedisiplinan menjalankan jadwal piket merupakan bagian dari pendidikan karakter yang terus ditanamkan kepada anggota PMR. Dengan demikian, pelayanan kepada warga madrasah dapat berlangsung secara optimal setiap hari.
Rendi juga mengungkapkan bahwa dukungan madrasah terhadap penyediaan obat-obatan dan perlengkapan P3K menjadi faktor penting dalam menunjang pelayanan UKS. "Alhamdulillah, madrasah terus memberikan dukungan terhadap kebutuhan obat-obatan dan perlengkapan pertolongan pertama sehingga pelayanan kepada siswa dapat berjalan maksimal," ujarnya. Ia menilai ketersediaan fasilitas tersebut sangat membantu anggota PMR ketika menjalankan tugasnya. Menurutnya, kelengkapan sarana kesehatan akan mempercepat proses penanganan cedera ringan sebelum mendapatkan penanganan medis lanjutan. Dukungan tersebut juga menjadi bukti kepedulian madrasah terhadap kesehatan seluruh warga madrasah.
Latihan rutin yang dilaksanakan tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk sikap tanggung jawab, kepedulian, dan jiwa kemanusiaan para anggota PMR. "Menjadi anggota PMR bukan sekadar memakai seragam, tetapi harus siap menolong sesama dengan penuh keikhlasan," tegas Rendi. Ia menyampaikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan menjadi fondasi utama dalam setiap kegiatan PMR. Para anggota juga dibiasakan untuk bekerja sama, disiplin, dan sigap dalam menghadapi berbagai situasi. Pembinaan karakter tersebut diharapkan terus melekat dalam kehidupan mereka, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.
Melalui latihan rutin yang dilaksanakan secara berkesinambungan, PMR Wira MAN 1 Muaro Jambi diharapkan semakin profesional dalam menjalankan tugas kemanusiaan di lingkungan madrasah. "Kami berharap seluruh anggota terus meningkatkan kemampuan agar selalu siap memberikan pertolongan pertama kepada siapa pun yang membutuhkan," pungkas Rendi. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembinaan PMR bukan hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter peduli terhadap sesama. Dengan kesiapsiagaan anggota PMR serta dukungan penuh dari madrasah, pelayanan kesehatan sederhana di lingkungan MAN 1 Muaro Jambi diharapkan semakin optimal. Kehadiran PMR pun menjadi salah satu bentuk nyata komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga madrasah.
|
33x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...