
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Senin (10/08) pagi, halaman MAN 1 Muaro Jambi kembali dipenuhi para siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk mengikuti upacara bendera rutin. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 07.15 WIB. Petugas upacara pada kesempatan tersebut berasal dari siswa kelas XII B. Mereka tampil menjalankan tugas dengan tertib dan lancar. Kelas XII B berada di bawah bimbingan wali kelas Afifah, S.E.,Gr.
“Terima kasih kepada siswa kelas XII B yang telah melaksanakan tugas dengan baik,” ujar Fahrurrozi selaku pembina upacara. Ia menyampaikan apresiasi karena seluruh petugas mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Menurutnya, kelancaran pelaksanaan upacara merupakan hasil dari persiapan yang dilakukan sebelumnya. Para siswa kelas XII B telah mengikuti latihan sebelum ditugaskan sebagai petugas. Latihan tersebut membuat mereka lebih siap ketika tampil di hadapan seluruh peserta upacara.
Pelaksanaan upacara berlangsung dengan tertib sejak awal hingga selesai. Para siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian. Guru dan tenaga kependidikan juga berdiri bersama peserta lainnya di halaman madrasah. Suasana pagi terasa cukup cerah dan kegiatan berjalan tanpa kendala berarti. Upacara rutin tersebut menjadi salah satu sarana pembinaan kedisiplinan bagi seluruh warga madrasah.
Dalam amanatnya, Fahrurrozi juga menyampaikan pesan mengenai kondisi musim kemarau yang sedang berlangsung. Ia mengingatkan siswa agar ikut menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran. Beberapa titik api diketahui muncul di wilayah Kecamatan Sungai Gelam. Kondisi tersebut menyebabkan upaya pemadaman terus dilakukan oleh petugas. Bahkan, masyarakat dapat melihat helikopter water bombing atau water boom membantu proses pemadaman di sejumlah lokasi.
Fahrurrozi mengajak para siswa untuk ikut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan. “Tolong ingatkan orang tua dan tetangga agar tidak membakar lahan perkebunan, meskipun lahan itu milik sendiri,” pesannya. Ia menjelaskan bahwa asap akibat pembakaran tidak hanya dirasakan oleh pemilik lahan. Masyarakat di sekitar lokasi juga dapat terkena dampaknya. Karena itu, pencegahan kebakaran harus menjadi tanggung jawab bersama.
Menurutnya, membakar lahan saat musim kemarau memiliki risiko yang besar. Api dapat dengan mudah menyebar ketika kondisi tanah dan vegetasi kering. Asap yang dihasilkan juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Fahrurrozi berharap para siswa dapat menjadi penyampai informasi yang baik di lingkungan keluarga. Mereka dapat mengingatkan orang terdekat agar memilih cara yang lebih aman dalam membersihkan lahan.
Selain masalah kebakaran lahan, pembina upacara juga mengingatkan siswa agar menjaga kesehatan. Para siswa diminta mengurangi bepergian apabila tidak memiliki kepentingan yang bermanfaat. Kondisi lingkungan yang berdebu dan berasap perlu diantisipasi dengan baik. Kesehatan menjadi hal penting agar siswa tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran. Pesan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pada bagian akhir amanat, Fahrurrozi mengingatkan bahwa peringatan NHRI akan segera dilaksanakan. Ia mengajak seluruh siswa untuk memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang dipersiapkan madrasah. Menurutnya, partisipasi siswa akan membuat kegiatan menjadi lebih semarak. Setiap siswa dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing. Dengan kebersamaan, berbagai kegiatan madrasah diharapkan dapat berjalan sukses.
Upacara Senin di MAN 1 Muaro Jambi tidak hanya menjadi kegiatan rutin. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan informasi dan pembinaan kepada siswa. Pesan tentang pencegahan kebakaran lahan menjadi perhatian penting di tengah musim kemarau. Sementara itu, penampilan siswa kelas XII B menunjukkan pentingnya persiapan sebelum menjalankan tugas. Melalui kegiatan tersebut, madrasah terus mendorong siswa menjadi pribadi disiplin, peduli lingkungan, dan bertanggung jawab.
|
34x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...