
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kondisi cuaca dan kabut asap yang belum menentu membuat MAN 1 Muaro Jambi mengambil langkah penyesuaian dalam pelaksanaan pembelajaran. Untuk Jumat, 28 Agustus 2026, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara daring. Kebijakan tersebut disampaikan oleh Kepala Madrasah, Jurmalis, sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan siswa. Kondisi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terasa di sekitar lingkungan madrasah. Sementara itu, keputusan pembelajaran untuk Senin, 31 Agustus 2026, masih menunggu informasi dari pihak terkait.
''Walaupun pembelajaran dilaksanakan secara daring, siswa harus tetap mengikuti pembelajaran dengan penuh tanggung jawab,'' ujar Jurmalis saat menyampaikan arahan dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia juga mengingatkan siswa agar tidak menggunakan pembelajaran daring sebagai alasan untuk bepergian tanpa tujuan. Menurutnya, siswa tetap harus berada di tempat yang aman selama pembelajaran berlangsung. Kepala madrasah menegaskan bahwa keselamatan siswa menjadi perhatian utama dalam kondisi udara yang kurang baik.
Pembelajaran daring pada Jumat tersebut menjadi langkah untuk mengurangi aktivitas siswa di luar rumah. Dengan mengikuti pembelajaran dari tempat masing-masing, siswa tidak perlu datang ke madrasah. Guru tetap memberikan pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan. Siswa diharapkan mengikuti kegiatan melalui perangkat yang tersedia. Kehadiran dan tugas pembelajaran juga tetap menjadi bagian dari tanggung jawab siswa.
Jurmalis menjelaskan bahwa keputusan untuk hari Senin belum dapat ditentukan secara langsung. Pihak madrasah masih menunggu informasi dan arahan dari pihak terkait. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara dan situasi lingkungan. Jika keadaan memungkinkan, pembelajaran dapat dilaksanakan secara tatap muka. Namun, apabila kondisi belum aman, pembelajaran daring dapat kembali diterapkan.
Kepala madrasah juga mengingatkan siswa agar tetap disiplin selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Daring bukan berarti siswa terbebas dari kewajiban belajar. Siswa tetap harus mengikuti kegiatan sesuai waktu yang ditentukan. Mereka juga perlu mengerjakan tugas yang diberikan guru. Sikap bertanggung jawab tetap harus ditunjukkan meskipun pembelajaran tidak berlangsung di ruang kelas.
Dalam kondisi seperti ini, peran orang tua juga sangat diperlukan. Orang tua diharapkan dapat membantu memastikan siswa mengikuti pembelajaran dari rumah. Lingkungan belajar yang nyaman akan membantu siswa memahami materi yang diberikan guru. Siswa juga perlu mengatur waktu agar pembelajaran berjalan dengan baik. Kerja sama antara madrasah, siswa, dan orang tua menjadi penting dalam menjaga keberlangsungan pembelajaran.
Selain persoalan pembelajaran, pihak madrasah memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan siswa. Kabut asap akibat karhutla dapat membuat aktivitas di luar ruangan menjadi kurang nyaman. Karena itu, siswa diminta mengurangi kegiatan yang tidak diperlukan di luar rumah. Mereka juga diingatkan untuk tidak keluyuran selama pembelajaran daring. Arahan tersebut diberikan agar siswa dapat mengurangi risiko terpapar asap.
MAN 1 Muaro Jambi akan terus memantau perkembangan situasi sebelum menetapkan kebijakan pembelajaran berikutnya. Informasi mengenai pembelajaran Senin, 31 Agustus 2026, akan disampaikan setelah ada arahan dari pihak terkait. Madrasah berharap kondisi udara segera membaik sehingga kegiatan pembelajaran dapat kembali berjalan normal. Siswa diminta tetap tenang dan mengikuti setiap informasi resmi. Dengan kedisiplinan dan tanggung jawab bersama, proses pendidikan di tengah kondisi alam yang tidak menentu tetap dapat berjalan dengan baik.
|
56x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...