
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Aktivitas pembelajaran di MAN 1 Muaro Jambi tetap berjalan meskipun kondisi udara pada Jumat (28/08) kurang mendukung akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan belajar mengajar yang semula dilaksanakan secara tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring). Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi lingkungan yang sedang terjadi. Para guru melaksanakan pembelajaran dari tempat masing-masing dengan memanfaatkan berbagai media komunikasi dan teknologi. Sementara itu, para siswa mengikuti pembelajaran dari rumah dengan tetap memperhatikan jadwal yang telah ditentukan.
Wakil Kepala Madrasah, Suratno, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi kepada seluruh guru yang tetap melaksanakan tugas di tengah kondisi tersebut. “Saya mengapresiasi para guru yang sudah melaksanakan tugas dengan baik meskipun pembelajaran harus dilakukan secara daring,” ujar Suratno. Ia menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran tetap harus berjalan agar hak siswa memperoleh pendidikan tidak terhenti. Menurutnya, kondisi lingkungan memang menjadi tantangan, tetapi guru tetap harus memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal. Ia juga berharap seluruh siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dari rumah.
Bagi sebagian guru, pembelajaran daring kali ini menjadi pengalaman yang berbeda. Salah satunya dirasakan oleh Gading, guru MAN 1 Muaro Jambi yang baru menjalankan tugas sebagai guru selama sekitar dua tahun. “Ini merupakan kali pertama saya mengajar secara daring,” ungkap Gading. Ia mengatakan bahwa pembelajaran daring membutuhkan penyesuaian, terutama dalam menyampaikan materi kepada siswa. Guru juga harus memastikan komunikasi tetap terjalin meskipun tidak berada dalam satu ruangan. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan baginya untuk meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran.
Berbeda dengan Gading, Anita Dewi Anggara sudah memiliki pengalaman melaksanakan pembelajaran secara daring. Sebelumnya, ia pernah melaksanakan pembelajaran dengan metode serupa ketika pandemi Covid-19. Pengalaman tersebut membuat Anita lebih terbiasa menghadapi pembelajaran tanpa tatap muka. Ia memahami bahwa pembelajaran daring memiliki tantangan tersendiri bagi guru maupun siswa. Meskipun demikian, pengalaman sebelumnya dapat menjadi bekal untuk menjaga pembelajaran tetap berjalan secara efektif.
Dalam pelaksanaannya, para guru memberikan materi dan tugas melalui media yang dapat diakses oleh siswa. Siswa kemudian mengikuti pembelajaran sesuai arahan guru masing-masing. Komunikasi antara guru dan siswa dilakukan secara daring selama kegiatan berlangsung. Para guru juga tetap memantau keterlibatan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan cara tersebut, kegiatan pendidikan di MAN 1 Muaro Jambi tetap dapat terlaksana meskipun kondisi lingkungan belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka.
Salah seorang siswa kelas XII B, Yessy, menyampaikan bahwa pembelajaran daring sebenarnya bukan hal yang mudah bagi dirinya dan siswa lainnya. “Pembelajaran daring sebenarnya tidak nyaman, tetapi karena faktor alam, kami harus seperti ini,” katanya. Ia memahami bahwa kondisi kabut asap membuat kegiatan tatap muka perlu dipertimbangkan demi kesehatan dan keselamatan bersama. Menurutnya, siswa tetap berusaha mengikuti pembelajaran meskipun harus dilakukan dari rumah. Ia berharap keadaan segera kembali normal sehingga siswa dapat kembali belajar bersama guru di madrasah.
Yessy juga menyampaikan harapan agar kondisi alam segera membaik. Ia berharap hujan segera turun dan membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti wilayah sekitar. Menurutnya, udara yang bersih akan membuat aktivitas masyarakat kembali nyaman. Para siswa juga ingin kembali merasakan suasana pembelajaran secara langsung di madrasah. Harapan tersebut menjadi doa bersama agar kondisi lingkungan segera pulih dan kegiatan pendidikan dapat kembali berjalan secara normal.
Pelaksanaan pembelajaran daring menunjukkan bahwa MAN 1 Muaro Jambi berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan dalam situasi yang tidak biasa. Guru tetap menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya. Siswa juga menunjukkan antusiasme untuk mengikuti pembelajaran meskipun berada di rumah. Kondisi tersebut membutuhkan kerja sama antara guru, siswa, dan orang tua. Dukungan semua pihak menjadi penting agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik.
Kabut asap akibat karhutla memang memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan proses pembelajaran di MAN 1 Muaro Jambi. Pembelajaran daring menjadi alternatif sementara selama kondisi udara belum sepenuhnya mendukung kegiatan tatap muka. Seluruh keluarga besar madrasah berharap hujan segera turun dan kabut asap berangsur menghilang. Dengan membaiknya kondisi lingkungan, kegiatan pembelajaran tatap muka diharapkan dapat kembali dilaksanakan secara aman, nyaman, dan optimal.
|
97x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...