
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kegiatan belajar mengajar di MAN 1 Muaro Jambi kembali dilaksanakan secara daring menyusul kondisi kualitas udara yang berada dalam kategori sangat tidak sehat. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak pencemaran udara di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik. Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi, kadar PM2,5 di sejumlah wilayah terpantau cukup tinggi. Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Jaluko, Sungai Gelam, dan Bukit Baling.
Kebijakan pembelajaran daring tersebut mengacu pada Surat Edaran Bupati Muaro Jambi Nomor 400.3.5/18/DISDIKBUD/2026 tentang Antisipasi Dampak Pencemaran Udara terhadap Kegiatan Belajar Mengajar di Lingkungan Satuan Pendidikan di Wilayah Kabupaten Muaro Jambi. Kepala MAN 1 Muaro Jambi, Jurmalis, menyampaikan bahwa keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi perhatian utama. “Untuk sementara kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Jurmalis. Ia menjelaskan bahwa guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas di madrasah dengan memanfaatkan platform atau media pembelajaran yang tersedia.
Berdasarkan laporan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muaro Jambi Nomor 600.4/267/DLH/IX/2026 tertanggal 9 September 2026, kualitas udara di wilayah Jaluko, Sungai Gelam, dan Bukit Baling berada pada kategori sangat tidak sehat. Data tersebut menunjukkan konsentrasi PM2,5 berada pada kisaran 206 hingga 239. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar dilanjutkannya pembelajaran melalui jaringan atau online. Madrasah kemudian menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi lingkungan yang ada. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi aktivitas peserta didik di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
Pelaksanaan pembelajaran daring berlangsung pada tanggal 10 sampai 12 September 2026. Selama kegiatan berlangsung, guru tetap memberikan pembelajaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Peserta didik mengikuti pembelajaran dari rumah menggunakan media yang dapat digunakan oleh masing-masing guru. Materi pembelajaran tetap disampaikan dengan memperhatikan kondisi dan kemampuan peserta didik. Dengan demikian, proses pendidikan tetap berjalan meskipun kegiatan tatap muka untuk sementara tidak dilaksanakan.
Jurmalis juga memberikan arahan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan agar tetap menjalankan tugas kedinasan di madrasah. Menurutnya, keberlangsungan tugas pendidik tetap penting meskipun kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring. “Guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas di madrasah dengan menggunakan platform atau media yang ada,” katanya. Ia juga mengingatkan agar seluruh tenaga pendidik menggunakan masker sebagai langkah pencegahan terhadap gangguan kesehatan akibat kualitas udara. Arahan tersebut disampaikan agar kegiatan kedinasan tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan.
Selain guru dan tenaga kependidikan, orang tua atau wali peserta didik juga memiliki peran penting selama pembelajaran daring. Orang tua diharapkan ikut memantau kondisi kesehatan anak selama berada di rumah. Aktivitas peserta didik di luar rumah juga diimbau untuk dibatasi, terutama ketika kualitas udara masih berada pada kategori sangat tidak sehat. Pemantauan tersebut diperlukan karena setiap anak dapat memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Kerja sama antara madrasah dan orang tua menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi pencemaran udara.
Pembelajaran daring bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Sebaliknya, proses pembelajaran tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan metode dan media yang tersedia. Guru tetap berkomunikasi dengan peserta didik melalui sarana pembelajaran yang digunakan masing-masing. Peserta didik juga diharapkan tetap mengikuti pembelajaran dengan tertib dan menyelesaikan tugas yang diberikan. Madrasah akan terus memantau perkembangan kondisi lingkungan dan mengikuti kebijakan pemerintah daerah.
Jurmalis berharap kondisi kualitas udara segera mengalami perbaikan. Ia juga berharap hujan segera turun sehingga kabut asap dan pencemaran udara dapat berkurang. “Kami berharap segera turun hujan agar kondisi udara kembali membaik dan kegiatan pembelajaran dapat berjalan seperti biasa,” ungkapnya. Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk tetap menjaga kesehatan selama kondisi udara belum normal. Menurutnya, kesehatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan harus menjadi perhatian bersama.
Melalui pelaksanaan pembelajaran daring tersebut, MAN 1 Muaro Jambi berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus mengantisipasi dampak pencemaran udara. Kebijakan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan arahan pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Seluruh warga madrasah diharapkan dapat mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan dengan penuh tanggung jawab. Peserta didik tetap belajar dari rumah, sementara guru dan tenaga kependidikan menjalankan tugas kedinasan dengan menggunakan sarana yang tersedia. Semoga kondisi udara segera membaik sehingga aktivitas pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan secara aman dan nyaman.
|
66x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...