
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Senyum sumringah terlihat dari wajah para guru MAN 1 Muaro Jambi setelah Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang selama ini dinantikan akhirnya dicairkan. Hak tersebut diterima para guru pada Rabu, 16 September 2026, setelah melalui masa penantian selama kurang lebih dua bulan. Pencairan TPG menjadi kabar yang disambut penuh rasa syukur oleh para guru. Bagi mereka, tunjangan tersebut merupakan hak yang sangat dinantikan. Selain menjadi bentuk penghargaan atas profesionalitas guru, TPG juga diharapkan dapat memberikan semangat dalam melaksanakan tugas pendidikan.
Salah seorang guru MAN 1 Muaro Jambi, Suntaji, mengungkapkan rasa syukurnya setelah menerima kabar pencairan TPG tersebut. ''Alhamdulillah, yang dinanti akhirnya sampai juga,'' ujar Suntaji dengan penuh rasa syukur. Ia menyampaikan bahwa penantian selama dua bulan yakni TPG bulan Juli dan Agustus akhirnya terbayarkan. Dengan pencairan hak yang memang menjadi bagian dari kesejahteraan guru. Menurutnya, pencairan TPG memberikan rasa lega bagi para guru. Ia juga berharap pembayaran dapat terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Para guru pun menyambut pencairan tersebut dengan perasaan bahagia.
Kepala MAN 1 Muaro Jambi, Jurmalis, turut menyampaikan harapannya atas pencairan TPG bagi para guru. Ia berharap pencairan tunjangan tersebut dapat menjadi tambahan motivasi bagi guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. ''Dengan telah dicairkannya TPG, saya berharap para guru semakin termotivasi untuk melaksanakan tugas dengan maksimal,'' harap Jurmalis. Menurutnya, kesejahteraan dan profesionalitas guru merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam mendukung proses pendidikan. Guru diharapkan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik. Semangat tersebut diperlukan agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik dalam berbagai kondisi.
Pencairan TPG kali ini berlangsung di tengah kondisi yang cukup menantang bagi aktivitas pembelajaran di MAN 1 Muaro Jambi. Kondisi lingkungan sekitar madrasah terdampak asap akibat bencana kebakaran yang terjadi di wilayah sekitar. Keadaan tersebut membuat kegiatan belajar mengajar tatap muka belum dapat berlangsung secara normal. Pihak madrasah kemudian menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah penyesuaian. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga kelangsungan pembelajaran sekaligus memperhatikan kondisi lingkungan.
Dalam pelaksanaan PJJ, guru dituntut untuk tetap aktif memberikan pembelajaran kepada peserta didik. Materi pembelajaran disampaikan melalui berbagai platform dan media daring yang dapat digunakan. Guru juga perlu menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi peserta didik selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Kreativitas menjadi salah satu hal penting agar materi tetap dapat dipahami dengan baik. Komunikasi antara guru dan peserta didik juga harus tetap terjaga. Dengan demikian, kondisi lingkungan yang belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka tidak menghentikan proses pendidikan.
Jurmalis menegaskan bahwa pencairan TPG tidak hanya dipandang sebagai hak guru, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan tanggung jawab. Guru tetap memiliki kewajiban memberikan pembelajaran secara optimal kepada peserta didik. Terlebih dalam kondisi PJJ, guru perlu menyiapkan materi yang mudah dipahami melalui pembelajaran daring. Tugas tersebut membutuhkan kesiapan dan kreativitas dari masing-masing pendidik. Guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan pembelajaran. Hal itu menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pendidikan di madrasah.
Para guru MAN 1 Muaro Jambi juga diharapkan menjadikan momentum pencairan TPG sebagai penyemangat untuk terus meningkatkan kinerja. Tunjangan yang diterima dapat menjadi dukungan terhadap kesejahteraan guru dalam menjalankan profesinya. Namun, peningkatan kesejahteraan juga diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi dan profesionalitas. Guru memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Karena itu, tanggung jawab pendidikan harus tetap menjadi perhatian utama. Kondisi apa pun yang dihadapi tidak seharusnya mengurangi semangat dalam memberikan pelayanan pendidikan.
Pencairan TPG pada 16 September 2026 akhirnya membawa kabar menggembirakan bagi para guru MAN 1 Muaro Jambi setelah dua bulan menunggu. Rasa syukur menjadi ungkapan yang banyak dirasakan setelah hak tersebut diterima. Di sisi lain, tantangan pembelajaran akibat kondisi asap dan kebakaran masih membutuhkan perhatian bersama. Guru tetap diharapkan aktif melaksanakan PJJ sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kepala madrasah juga terus mendorong seluruh guru agar memberikan pembelajaran yang maksimal. Dengan semangat, profesionalitas, dan kreativitas, proses pendidikan di MAN 1 Muaro Jambi diharapkan tetap berjalan meskipun menghadapi berbagai kondisi.
|
84x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...