
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ MAN 1 Muaro Jambi kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari akibat kondisi asap yang menyelimuti lingkungan madrasah. PJJ dilaksanakan mulai Kamis, 17 September hingga Jumat, 18 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah pihak madrasah memantau kondisi lingkungan yang dinilai belum memungkinkan untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Sebelumnya, kondisi asap juga terlihat cukup pekat di sekitar kompleks madrasah. Pihak madrasah berharap kondisi segera membaik sehingga kegiatan tatap muka dapat kembali dilaksanakan.
Kondisi tersebut disampaikan Waka Kurikulum MAN 1 Muaro Jambi, Suratno, setelah melakukan koordinasi dengan Kepala Madrasah, Jurmalis. “Setelah berkoordinasi dengan kepala madrasah, kami melihat situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan KBM,” ujar Suratno. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar madrasah. Asap yang semakin pekat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pelaksanaan pembelajaran. Sebagai langkah penyesuaian, peserta didik dipulangkan lebih cepat pada Rabu, 16 September 2026.
Pada Rabu tersebut, asap tampak menyelimuti bagian atas kompleks MAN 1 Muaro Jambi. Kondisi udara di sekitar madrasah terlihat berbeda dibandingkan keadaan normal. Selain asap, sesekali abu sisa pembakaran juga tampak turun dan menyerupai hujan abu. Keadaan tersebut membuat aktivitas di lingkungan madrasah menjadi kurang nyaman. Pihak madrasah kemudian melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi. Setelah melihat kondisi yang ada, keputusan untuk mengakhiri kegiatan lebih awal dilakukan sebagai langkah antisipasi.
Penerapan PJJ selama dua hari menjadi bentuk penyesuaian madrasah terhadap kondisi lingkungan. Pembelajaran tetap dilaksanakan meskipun peserta didik tidak berada di ruang kelas. Guru memberikan materi melalui berbagai media pembelajaran daring yang dapat digunakan. Peserta didik mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang telah diberikan oleh masing-masing guru. Dengan sistem tersebut, kegiatan pembelajaran tetap dapat berlangsung dari rumah. Guru juga tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan pembelajaran.
Suratno menyampaikan bahwa keputusan PJJ tidak diambil secara sepihak. Pihak kurikulum terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala MAN 1 Muaro Jambi untuk melihat situasi yang berkembang. Kondisi lingkungan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan pembelajaran. Setelah dilakukan koordinasi, PJJ ditetapkan untuk Kamis dan Jumat. Keputusan tersebut dapat berubah apabila kondisi lingkungan mengalami perkembangan. Informasi selanjutnya akan disampaikan kepada seluruh warga madrasah melalui saluran komunikasi yang tersedia.
Selama PJJ berlangsung, guru MAN 1 Muaro Jambi tetap diminta aktif melaksanakan pembelajaran. Materi diberikan sesuai jadwal sehingga peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan. Guru dapat menggunakan platform atau media daring yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Peserta didik juga diharapkan mengikuti kegiatan dari rumah dengan tertib. Orang tua diharapkan dapat membantu memantau kegiatan belajar peserta didik selama PJJ. Kerja sama antara madrasah, guru, peserta didik, dan orang tua menjadi penting agar pembelajaran tetap berjalan.
MAN 1 Muaro Jambi merencanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka kembali dilaksanakan pada Senin, 21 September 2026. Namun, pelaksanaan tersebut tetap bergantung pada perkembangan kondisi lingkungan sekitar madrasah. Jika kondisi telah memungkinkan, peserta didik akan kembali mengikuti pembelajaran secara langsung. Sebaliknya, apabila situasi belum memungkinkan, madrasah akan memberikan informasi mengenai perubahan pelaksanaan pembelajaran. Suratno menyampaikan bahwa informasi perubahan tersebut akan disampaikan paling lambat pada Minggu malam atau malam Senin. Hal itu dilakukan agar guru, peserta didik, dan orang tua memiliki waktu untuk mempersiapkan diri.
Penerapan PJJ pada 17 dan 18 September 2026 menjadi langkah MAN 1 Muaro Jambi dalam menyikapi kondisi asap yang semakin pekat. Pemulangan peserta didik lebih cepat sehari sebelumnya juga menunjukkan respons madrasah terhadap perubahan kondisi lingkungan. Kegiatan pendidikan tetap diupayakan berjalan melalui pembelajaran daring. Guru dan peserta didik diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Pembelajaran tatap muka direncanakan kembali pada Senin, 21 September 2026 jika keadaan sudah memungkinkan. Apabila terdapat perubahan, pihak madrasah akan segera menyampaikan informasi resmi kepada seluruh warga MAN 1 Muaro Jambi.
|
109x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...