
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kegiatan belajar mengajar (KBM) di MAN 1 Muaro Jambi kembali dilaksanakan secara tatap muka, Kamis (24/09/2026). Kegiatan tersebut kembali digelar setelah kondisi udara di lingkungan madrasah mulai membaik. Perbaikan kualitas udara terjadi setelah hujan mengguyur sejumlah titik di wilayah sekitar madrasah. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan untuk kembali menghadirkan peserta didik ke madrasah. Sebelumnya, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah menyesuaikan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kembalinya KBM tatap muka disambut antusias oleh para siswa. “Saya senang sekali bisa belajar langsung di madrasah lagi karena selama PJJ terasa membosankan,” ujar Zahra, salah seorang siswa MAN 1 Muaro Jambi. Ia mengaku pembelajaran secara langsung membuat dirinya lebih mudah memahami materi yang disampaikan guru. Menurutnya, saat PJJ siswa terkadang mengalami kesulitan ketika ingin bertanya tentang materi yang belum dipahami. Ia juga menyampaikan bahwa kondisi jaringan internet yang tidak selalu stabil menjadi salah satu kendala selama mengikuti pembelajaran dari rumah.
Zahra menjelaskan bahwa pembelajaran melalui PJJ cenderung membuat komunikasi antara guru dan siswa menjadi terbatas. Materi yang diberikan melalui media pembelajaran juga dirasakan lebih banyak berlangsung satu arah. Kondisi tersebut membuat siswa harus lebih mandiri dalam memahami penjelasan yang diberikan. Selain persoalan komunikasi, penggunaan internet juga menjadi tantangan tersendiri. Pembelian paket data selama mengikuti PJJ bahkan membuat pengeluaran sebagian siswa menjadi bertambah.
Suasana berbeda terlihat ketika siswa kembali mengikuti pembelajaran secara langsung di ruang kelas. Para siswa dapat berinteraksi dengan guru dan teman-temannya secara langsung. Guru juga dapat memberikan penjelasan tambahan ketika terdapat materi yang belum dipahami siswa. Proses diskusi dapat berlangsung lebih mudah karena guru dan siswa berada dalam satu ruang pembelajaran. Kembalinya siswa ke madrasah sekaligus menghidupkan kembali suasana belajar yang selama beberapa waktu berlangsung secara daring.
Kondisi yang dirasakan siswa ternyata juga menjadi pengalaman tersendiri bagi para guru. Selama PJJ, guru dituntut mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan media yang tersedia. Guru harus memastikan materi tetap tersampaikan meskipun tidak bertemu langsung dengan siswa. Salah seorang guru MAN 1 Muaro Jambi, Amri, mengungkapkan bahwa pelaksanaan PJJ membutuhkan persiapan tambahan. Ia juga harus mengeluarkan biaya untuk memenuhi kebutuhan paket internet selama memberikan pembelajaran kepada siswa.
“Selama PJJ tentu ada tantangannya, salah satunya kebutuhan paket internet yang menjadi biaya tambahan,” ungkap Amri. Guru yang baru menyandang gelar Gr. tersebut menyebut pengalaman PJJ menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Menurutnya, guru harus mampu memilih media yang tepat agar pembelajaran tetap dapat berjalan. Ia juga perlu memastikan siswa memperoleh materi sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses adaptasi guru terhadap kondisi pembelajaran yang berubah.
Pelaksanaan KBM tatap muka pada Kamis ini menjadi momentum bagi guru dan siswa untuk kembali membangun interaksi pembelajaran secara langsung. Guru kembali dapat mengamati aktivitas siswa selama proses belajar. Siswa juga memiliki kesempatan lebih luas untuk bertanya dan berdiskusi mengenai materi pelajaran. Kondisi tersebut diharapkan dapat membuat pembelajaran berjalan lebih efektif. Namun, kondisi lingkungan tetap menjadi perhatian agar kegiatan belajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Pihak madrasah terus memperhatikan perkembangan kondisi udara di lingkungan sekitar. Perubahan pola pembelajaran sebelumnya dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi kabut asap. Setelah hujan turun dan kondisi udara mulai membaik, KBM tatap muka kembali dapat dilaksanakan. Guru dan siswa diharapkan tetap menjaga kesehatan selama beraktivitas di lingkungan madrasah. Kewaspadaan tetap diperlukan apabila kondisi udara kembali mengalami perubahan.
Dengan kembali dilaksanakannya KBM secara tatap muka, diharapkan semangat belajar siswa semakin meningkat. Interaksi langsung antara guru dan siswa diharapkan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih aktif. Para guru juga dapat kembali menjalankan pembelajaran dengan metode yang lebih variatif di ruang kelas. Sementara itu, siswa dapat kembali menikmati suasana belajar bersama teman-temannya. Kembalinya KBM tatap muka menjadi kabar baik bagi keluarga besar MAN 1 Muaro Jambi setelah sebelumnya harus beradaptasi dengan pembelajaran jarak jauh akibat kondisi lingkungan.
|
55x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...