
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan di MAN 1 Muaro Jambi kembali dilaksanakan dengan tertib dan lancar pada Jumat (25/09/2026). Kegiatan tersebut sebelumnya sempat vakum selama beberapa pekan. Kondisi tersebut terjadi karena adanya gangguan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pembatasan aktivitas di luar ruang membuat kegiatan kepramukaan harus dihentikan sementara. Setelah kondisi memungkinkan, siswa kembali berkumpul mengikuti kegiatan Pramuka dengan penuh antusias.
“Anak-anak terlihat sangat senang bisa kembali mengikuti kegiatan Pramuka. Sebelumnya mereka merasa jenuh karena kegiatan kepramukaan sempat vakum dan pembelajaran juga dilakukan melalui PJJ,” ujar pembina Pramuka, Tia Siti Wirya. Ia menyampaikan bahwa kembalinya kegiatan menjadi momen yang dinantikan siswa. Menurutnya, kegiatan Pramuka tidak hanya memberikan pengalaman organisasi, tetapi juga melatih kemandirian dan kedisiplinan. Antusiasme siswa terlihat sejak mereka mulai berkumpul dan menyiapkan diri mengikuti kegiatan.
Kegiatan dimulai dengan persiapan barisan siswa, terutama peserta didik kelas X yang mengikuti kegiatan kepramukaan. Sejumlah anggota Bantara turut membantu mengatur dan menyiapkan barisan. Salah satunya adalah Ananda Alia Amadea yang tampak memimpin persiapan siswa kelas X. Ia menjalankan tugas tersebut dengan percaya diri dan penuh tanggung jawab. Keterlibatan anggota Bantara menjadi bagian dari proses pembinaan kepemimpinan dalam kegiatan Pramuka.
Ananda Alia Amadea merupakan dara kelahiran Jambi, 25 Januari 2010. Ia dikenal memiliki ketertarikan terhadap dunia kepramukaan. Baginya, kegiatan Pramuka memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran biasa. Ia dapat belajar bersama teman sambil melakukan berbagai aktivitas secara langsung. Hal tersebut membuat kegiatan menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
“Pramuka sangat menggembirakan karena Kakak Pembina dan pelatih membawakan materi dengan metode learning by doing yang interaktif,” ungkap Alia. Ia menuturkan bahwa pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui penjelasan di dalam kelas. Materi seperti sandi dan tali-temali dipraktikkan melalui permainan dan aktivitas langsung. Salah satu kegiatan dikemas dalam bentuk petualangan berburu harta karun di lingkungan madrasah. Setiap kelompok harus memecahkan teka-teki untuk menemukan petunjuk berikutnya.
Suasana kegiatan pun berlangsung meriah dengan gelak tawa para peserta. Siswa terlihat berusaha memecahkan setiap teka-teki bersama kelompoknya. Mereka dituntut untuk saling berkomunikasi dan membagi tugas agar dapat menyelesaikan tantangan. Aktivitas tersebut membuat siswa belajar bekerja sama tanpa merasa terbebani. Pembelajaran melalui permainan juga membuat materi kepramukaan terasa lebih dekat dengan pengalaman mereka.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Pramuka dapat menjadi wadah pendidikan karakter bagi siswa. Melalui kegiatan kelompok, siswa belajar menghargai pendapat dan kemampuan teman. Mereka juga dilatih untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Nilai kedisiplinan dan kemandirian tetap menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas. Dengan pendekatan yang menyenangkan, nilai-nilai tersebut dapat dipelajari melalui pengalaman langsung.
Tia Siti Wirya berharap kegiatan kepramukaan dapat terus berjalan secara rutin sesuai kondisi yang memungkinkan. Menurutnya, siswa membutuhkan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman positif setelah sebelumnya harus membatasi aktivitas luar ruang. Kegiatan Pramuka juga menjadi sarana mempererat hubungan antarsiswa dan pembina. Madrasah terus mendorong agar kegiatan ekstrakurikuler menjadi ruang pembinaan minat, bakat dan karakter peserta didik. Dengan kembalinya kegiatan kepramukaan, semangat siswa MAN 1 Muaro Jambi diharapkan semakin tumbuh untuk belajar, berkarya dan menjadi pribadi yang mandiri.
|
43x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...