
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Tim Humas MAN 1 Muaro Jambi berhasil menghubungi salah satu alumni inspiratif, Annisa Maula, S.Pd., Gr., pada Sabtu (10/10). Alumni Penegak Bantara XIII Pangkalan MAN 1 Muaro Jambi ini memiliki perjalanan pendidikan dan karier yang patut menjadi motivasi bagi peserta didik. Annisa lahir pada 26 Agustus 2000 dan menamatkan pendidikan madrasah pada 2018. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan tinggi hingga berhasil menjadi guru profesional. Kisahnya membuktikan bahwa keberhasilan dapat diraih melalui kemauan, usaha, dan kesempatan untuk terus berkembang.
“Alhamdulillah, meskipun tidak pernah menjadi juara kelas, saya masih bisa masuk Universitas Jambi melalui jalur prestasi,” ujar Annisa melalui sambungan telepon dengan nada bercanda. Ia diterima melalui jalur SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, yang saat itu mempertimbangkan nilai rapor dan prestasi akademik tanpa tes tertulis. Annisa menuturkan bahwa dirinya tidak selalu mengejar peringkat kelas. Ia lebih mengutamakan pemahaman terhadap materi yang disampaikan guru. Prinsip tersebut menjadi salah satu bekal dalam melanjutkan pendidikan.
Pada 2018, Annisa memulai perjalanan akademiknya di Universitas Jambi. Ia memilih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Pancasila. Pilihan tersebut menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-citanya di bidang pendidikan. Selama kuliah, ia menjalani proses belajar hingga akhirnya menamatkan pendidikan sarjana pada 2023. Keberhasilan itu mengantarkannya meraih gelar Sarjana Pendidikan atau S.Pd.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Annisa mulai mengabdikan diri sebagai guru di MTsNurul Hasanah Sungai Gelam. Pengalaman mengajar tersebut menjadi kesempatan baginya untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah. Namun, ia tidak berhenti pada pendidikan sarjana saja. Belum genap setahun mengajar, Annisa mengikuti seleksi beasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi calon guru. Ia dinyatakan lulus dan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan profesi di Universitas Sriwijaya, Palembang.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan Annisa dengan sungguh-sungguh. Pada 2024, ia berhasil menyelesaikan pendidikan profesi guru dan memperoleh gelar Gr., singkatan dari Guru Profesional. Gelar tersebut diberikan setelah seseorang menyelesaikan PPG dan memenuhi persyaratan untuk memperoleh sertifikat pendidik. Pencapaian ini memperkuat bekalnya untuk menjalankan tugas sebagai pendidik. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi merupakan bagian penting dalam membangun karier di dunia pendidikan.
Bak pucuk dicinta ulam tiba, setelah menyelesaikan pendidikan profesi, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi membuka penerimaan ASN melalui jalur Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) jalur umum bagi guru PKn yang memenuhi persyaratan, termasuk kepemilikan sertifikat pendidik. Annisa mengikuti kesempatan tersebut dengan penuh harapan. Hasilnya, ia dinyatakan lulus dan ditempatkan di SMPN 62 Muaro Jambi, yang sebelumnya dikenal sebagai SMP Satu Atap Talang Bandung. Keberhasilan itu menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdiannya sebagai guru.
Ahmad Said Akbar, S.Pd., guru MAN 1 Muaro Jambi yang pernah menjadi wali kelas Annisa ketika duduk di kelas XII, turut mengenang sosok mantan siswanya tersebut. Menurutnya, Annisa termasuk peserta didik yang aktif dalam kegiatan kepramukaan. Ia juga dikenal memiliki cara belajar yang santai dan tidak terlalu ambisius mengejar peringkat. Meski demikian, Annisa berusaha memahami materi yang disampaikan guru. Sikap tersebut memperlihatkan bahwa kesungguhan belajar tidak selalu harus ditunjukkan melalui persaingan mendapatkan juara kelas.
Kisah Annisa menjadi pengingat bagi peserta didik MAN 1 Muaro Jambi agar tidak mudah meragukan kemampuan diri. Prestasi akademik memang penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan masa depan seseorang. Kemauan belajar, keberanian mengambil kesempatan, dan ketekunan mengembangkan kemampuan juga memiliki peran besar. Perjalanan Annisa dari bangku madrasah, perguruan tinggi, pendidikan profesi, hingga menjadi guru ASN dapat menjadi contoh nyata bagi generasi muda.
Melalui kisah alumni ini, MAN 1 Muaro Jambi berharap peserta didik semakin termotivasi untuk merancang masa depan sesuai minat dan cita-cita masing-masing. Setiap siswa memiliki potensi yang dapat berkembang melalui proses yang berbeda. Tidak menjadi juara kelas bukan berarti tertutupnya jalan menuju keberhasilan. Sebagaimana perjalanan Annisa Maula, cita-cita membutuhkan kemauan yang kuat dan usaha yang berkelanjutan. Pesan pentingnya sederhana: kenali potensi diri, manfaatkan kesempatan, dan terus berusaha memberikan yang terbaik.
|
62x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...