
Kota Jambi ~ Ada yang berpendapat bahwa menjadi seorang guru adalah sebuah panggilan atau kecintaan yang tulus terhadap ilmu pengetahuan serta keinginan untuk membantu membangun generasi masa depan. Profesi sebagai seorang guru juga membutuhkan skill kreativitas, inovasi serta kemampuan memotivasi dan berkomunikasi dengan anak didiknya.
Ahmad Said Akbar,S.Pd., Amat Aryadi,S.Pd, Anita Dewi Anggara,S.Pd dan Arif Triwiprabowo,S.Pd. Meraka berempat mengawali karier sebagai Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil di MAN 1 Muaro Jambi sebelum menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara). Guru yang paling lama mengabdi menjadi GBPNS di MAN 1 Muaro Jambi, Ahmad Said Akbar. Guru bahasa Indonesia ini mengawali pengabdian mulai tahun 2010. Kemudian Amat Riyadi guru Sejarah, Arif Triwiprabowo guru Pendidikan Jasmani dan paling muda adalah Anita Dewi Anggara guru Biologi. Kebersamaan mereka terasa ketika mulai tahun 2017.
“Diantara kami berempat saya yang paling senior disini. Kami selalu ber 4 kalau ada kegiatan sampai-sampai kami dijuluki A4 oleh teman-temanâ€, ujar Said sambil tertawa. Lebih lanjut said menuturkan bahwa A4 berasal dari Ahmad, Amat, Arif dan Anita. Anita merupakan siswa pertama kali ketika Said mendapat tugas tambahan sebagai wali kelas. Anita merupakan alumni MAN 1 Muaro Jambi tahun 2014. Saat duduk di kelas X2 tahun Ajaran 2011/2012 itulah wali kelasnya Ahmad Said Akbar.
Pada tahun 2019 Amat Riyadi dan Arif Triwiprabowo dinyatakan lulus CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) formasi CPNS 2018. Arif satu-satunya CPNS Kemenag Provinsi Jambi formasi 2018 yang lulus pasing grade (sebelum penurunan PG) di tempatkan di MAN 1 Kerinci sementara Amat di tempatkan di MAN 2 Kota Jambi. Setelah empat tahun pengabdian tepatnya tahun 2023 ada pemetaan, Arif ditempatkan di MAN 3 Kota Jambi.
Pada tahun yang sama, di tahun 2023 Said dan Anita diangkat menjadi ASN PPPK (Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah Perjanjian Kontrak). Mereka ditempatkan di lokasi yang sama yakni di MAN 1 Muaro Jambi.
Anita menuturkan bahwa beban tugas guru bukan hanya mendidik saja. Meskipun tugas dalam mendidik peserta didik sudah cukup berat dan bukan hal yang sepele, tugas lain dalam melangsungkan kehidupan di sekolah harus tetap berjalan. “Orang awam memandang pekerjaan guru cukup ringan. Tapi yang tidak diketahui berbagai tugas tambahan harus pula dikerjakan. Guru dituntut memiliki adminsitrasi yang lengkap dan rapi, seperti membuat Alur Tujuan Pembelajaran, Modul Ajar, media pembelajaran, mempersiapkan rapor, dan sebagainyaâ€, ujar Anita.
Tugas tambahan lain yang harus guru kerjakan seperti menjadi wali kelas, wakil kepala sekolah, pembimbing ekstrakurikuler, dan lainnya. Belum lagi tugas ketika ada proyek-proyek tertentu untuk peningkatan kualitas sekolah. Terkadang tugas tambahan tersebut justru yang membuat pikiran, waktu, dan tenaga seorang guru tersita. Jadi, tidak jarang guru stres, karena harus membagi waktunya untuk mengajar dan mengerjakan tugas tambahan.
Mengenai tugas tambahan, Arif, Said dan Amat kini sama-sama menjadi admin website di madrasah masing-masing. Mereka bertiga dituntut dapat mempublikasikan madrasah masing-masing. Arif saat dihubungi melalui seluler mengenai tugas tambahannya sebagai admin website di MAN 3 Kota Jambi menyatakan bahwa ia harus banyak belajar sama seniornya.â€Saya yang masih baru harus banyak belajar sama senior kami, Pak Said di MAN 1 Muaro Jambi dan Pak Amat di MAN 2 Kota Jambiâ€.
|
219x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...