
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Jumat (18/10) sore, lapangan MAN 1 Muaro Jambi dipenuhi tawa peserta Penerimaan Tamu Ambalan. Setelah sehari penuh mengikuti kegiatan, mereka berkumpul untuk makan bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda wajib dalam perkemahan pramuka untuk mempererat tali persaudaraan antaranggota. Semua peserta duduk lesehan, menikmati hidangan sederhana dengan penuh keakraban.
Pembina pramuka, Kak Ardiansyah, memberikan sambutan singkat sebelum acara dimulai. “Makan bersama adalah bentuk kebersamaan yang nyata dalam pramuka. Kita belajar saling menghargai dan bekerja sama,” tuturnya dengan hangat. Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini penting agar peserta memahami bahwa pramuka bukan hanya tentang latihan fisik, tetapi juga tentang membangun persaudaraan sejati.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak menikmati suasana santai. Mereka saling berbagi lauk, tertawa bersama, dan saling membantu merapikan peralatan makan. Suasana yang tercipta menggambarkan keakraban khas keluarga besar pramuka. Panitia juga turut mendampingi dan memberikan arahan agar kegiatan berjalan tertib dan menyenangkan.
Acara makan bersama ini tidak hanya memperkuat rasa kekeluargaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab. Setiap peserta memiliki tugas menjaga kebersihan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut menjadi latihan nyata bagi mereka untuk menerapkan sikap disiplin dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Menurut Kak Ardiansyah, kegiatan makan bersama juga menjadi bentuk implementasi nilai Dasa Dharma pramuka, khususnya dalam hal tolong-menolong dan musyawarah. Ia menegaskan bahwa pramuka harus mampu hidup dalam kebersamaan tanpa membeda-bedakan satu sama lain. “Kita semua sama di hadapan api unggun dan nasi bungkus ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Kepala madrasah, Jurmalis, turut mengapresiasi kegiatan tersebut karena menciptakan suasana positif di kalangan siswa. Ia menyebut bahwa kegiatan sederhana seperti makan bersama memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter. “Kegiatan ini membuat siswa belajar arti kebersamaan tanpa harus diajarkan dengan teori,” katanya.
Menjelang malam, kegiatan berakhir dengan doa dan refleksi singkat. Para peserta kemudian bersiap mengikuti salat berjamaah dan kegiatan api unggun. Kegiatan hari itu meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta bahwa persaudaraan sejati dapat tumbuh dari kebersamaan yang sederhana.
|
34x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...