
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Larangan membawa ponsel ke madrasah ternyata memberikan dampak positif bagi para siswa. Ruang pustaka kini ramai dikunjungi saat jam istirahat, menjadi alternatif hiburan sekaligus tempat belajar. Siswa duduk di meja membaca buku atau menyusun catatan pelajaran mereka. Kepala Pustaka, Darwin Lubis, menilai suasana ini jauh lebih kondusif dibanding sebelumnya.
Menurut Darwin, aturan ini membuat siswa lebih kreatif memanfaatkan waktu luang. “Mereka mulai tertarik membaca buku dan berdiskusi dengan teman. Ini hal yang sangat positif,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pengelola juga menyiapkan rak baru untuk buku populer agar minat baca meningkat. “Semua ini demi menciptakan budaya literasi yang menyenangkan,” ujarnya.
Salah satu siswa, Jenita Bayu Arini dari kelas X, tampak sibuk memilih buku cerita. Ia mengaku senang karena bisa mengeksplorasi berbagai bacaan yang sebelumnya tidak sempat dibaca. “Sekarang saya bisa baca buku sesuai minat tanpa gangguan HP,” katanya sambil tersenyum. Aktivitas ini menjadi momen belajar yang menyenangkan.
Guru-guru pun menyambut baik perkembangan ini. Mereka menilai siswa kini lebih fokus dan aktif berinteraksi selama jam istirahat. Tidak ada lagi gangguan dari notifikasi HP yang mengalihkan perhatian. Salah satu guru menambahkan, “Ini juga menumbuhkan kedisiplinan siswa karena mereka belajar memanfaatkan waktu dengan baik.”
Suasana pustaka semakin hidup dengan adanya pojok baca yang nyaman. Siswa duduk berkelompok atau sendiri sambil membaca dan menulis catatan. Beberapa bahkan mulai berbagi rekomendasi buku dengan teman. Kepala pustaka berharap kegiatan ini bisa menjadi kebiasaan baru yang berkelanjutan.
Selain membaca, siswa juga memanfaatkan pustaka untuk belajar kelompok. Mereka membahas pelajaran, bertukar informasi, dan membuat ringkasan materi. Aktivitas ini membuktikan bahwa larangan HP tidak membatasi kreativitas, malah justru memicu produktivitas. “Ini bukti aturan bisa membawa kebaikan bila diterapkan dengan tepat,” ujar Darwin Lubis.
Perpustakaan kini menjadi pusat kegiatan positif di MAN 1 Muaro Jambi. Kehadiran siswa yang rutin membaca mendorong budaya literasi berkembang di kalangan pelajar. Guru dan kepala madrasah mengapresiasi langkah ini karena sejalan dengan visi pendidikan berbasis karakter dan prestasi akademik. Semua pihak berharap kebiasaan ini terus berlangsung.
Dengan suasana yang semakin hidup, MAN 1 Muaro Jambi menunjukkan bahwa aturan sederhana seperti larangan HP bisa berdampak besar. Perpustakaan menjadi sarana utama bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas dan minat baca. Aktivitas ini sekaligus memperkuat kedisiplinan dan etos belajar di madrasah.
|
22x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...