
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kegiatan pendidikan kembali menjadi perhatian ketika Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Suratno, S.Pd., M.Pd., mengikuti zoom meeting nasional tentang kurikulum berbasis cinta. Pertemuan virtual yang berlangsung kemarin (18/11) itu diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI. Acara ini diikuti oleh ratusan pendidik dari berbagai provinsi di Indonesia. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap paparan yang disampaikan oleh narasumber.
Dalam kegiatan tersebut, para pemateri menekankan bahwa konsep kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan yang menempatkan kasih sayang dan kepedulian sebagai inti proses pembelajaran. Suratno menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Menurutnya, pendekatan ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah dan suportif bagi peserta didik. Ia juga menegaskan bahwa implementasinya perlu disiapkan secara matang.
Selama sesi tanya jawab, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan terkait tantangan penerapan kurikulum tersebut. Suratno turut mengajukan pertanyaan mengenai strategi evaluasi pembelajaran berbasis cinta. Ia menjelaskan bahwa proses penilaian harus tetap objektif, namun tidak mengabaikan aspek emosional peserta didik. Narasumber memberikan tanggapan bahwa fleksibilitas adalah kunci dalam pengembangan sistem evaluasi.
Selain itu, zoom meeting ini juga menyampaikan contoh praktik baik dari beberapa madrasah yang telah menerapkan konsep tersebut. Contoh-contoh ini dinilai dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain di Indonesia. Suratno mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pengalaman madrasah lain tersebut. Ia menjelaskan bahwa praktik baik itu harus diaplikasikan sesuai karakteristik satuan pendidikan masing-masing.
Setelah kegiatan selesai, Suratno langsung melakukan koordinasi internal kecil dengan beberapa guru terkait hasil pertemuan tersebut. Ia mengatakan, “Kita perlu mulai menyiapkan langkah-langkah awal agar implementasi kurikulum ini lebih mudah nantinya.” Penyampaian ini dilakukan untuk memastikan adanya tindak lanjut nyata dari kegiatan yang diikutinya. Guru-guru yang hadir memberikan respons positif atas ajakan tersebut.
Kepala madrasah turut memberikan apresiasi atas keikutsertaan Suratno dalam acara nasional tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Menurutnya, setiap guru dan pimpinan madrasah perlu terus belajar agar dapat memberikan layanan terbaik bagi peserta didik. Ia juga mendorong agar materi yang diperoleh segera disosialisasikan secara luas.
Kurikulum berbasis cinta sendiri merupakan inovasi baru yang menekankan pembelajaran humanis. Pendekatan ini sangat diharapkan mampu menciptakan iklim sekolah yang harmonis dan positif. Para ahli menegaskan bahwa aspek empati, komunikasi, dan kepedulian menjadi fondasi utama. Hal ini dinilai dapat menurunkan berbagai problem kedisiplinan dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
Dengan berakhirnya zoom meeting tersebut, MAN 1 Muaro Jambi diharapkan mampu menjadi madrasah yang progresif dalam pengembangan kurikulum. Suratno berkomitmen untuk terus mengawal proses adaptasi kurikulum ini pada tahun ajaran mendatang. Ia juga mengajak seluruh guru untuk bergerak bersama dalam mewujudkan pendidikan yang lebih manusiawi. Madrasah berharap perubahan ini membawa dampak besar bagi perkembangan peserta didik.
|
20x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...