
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Para guru yang bertanggung jawab terhadap kegiatan kokurikuler di MAN 1 Muaro Jambi melaksanakan rapat internal pada Selasa (07/01). Rapat tersebut berlangsung di lingkungan madrasah yang berlokasi di Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal persiapan pelaksanaan kokurikuler semester genap. Seluruh guru yang terlibat hadir untuk menyamakan persepsi dan perencanaan teknis. Fokus utama rapat adalah menentukan tema kegiatan yang relevan dan kontekstual bagi siswa.
Rapat internal tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Suratno. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kegiatan kokurikuler sebagai bagian integral dari pembelajaran. Menurutnya, kokurikuler tidak boleh hanya bersifat formalitas, tetapi harus memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan matang agar kegiatan berjalan efektif. Para guru diminta berperan aktif dalam menyukseskan program tersebut.
Tema pertanian dipilih sebagai materi utama kegiatan kokurikuler tahun ini. Pemilihan tema tersebut didasarkan pada ketersediaan lahan kosong di bagian belakang madrasah. Lahan tersebut dinilai sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai media pembelajaran praktik. Selain itu, tema pertanian dianggap relevan dengan kondisi lingkungan sekitar siswa. Dengan demikian, siswa diharapkan lebih mudah memahami dan mengaplikasikan pembelajaran.
Suratno dalam rapat tersebut menyampaikan secara langsung, “Kita ingin siswa belajar tidak hanya di kelas, tetapi juga melalui praktik langsung yang bermanfaat.” Pernyataan tersebut mendapat tanggapan positif dari para guru. Secara tidak langsung, ia menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual akan memperkuat pemahaman siswa. Guru-guru sepakat bahwa pertanian merupakan tema yang tepat untuk menanamkan nilai kerja keras dan tanggung jawab. Hal ini juga sejalan dengan penguatan karakter siswa.
Dalam rapat itu ditetapkan pembagian jenis tanaman berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas X direncanakan menanam terong sebagai tanaman sayuran yang mudah dirawat. Sementara itu, siswa kelas XI akan menanam jagung yang memiliki masa tanam relatif sedang. Adapun siswa kelas XII akan menanam kacang panjang yang dikenal cepat panen. Pembagian ini bertujuan agar setiap jenjang memperoleh pengalaman yang berbeda.
Kegiatan menanam tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan tanaman, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran terpadu. Siswa akan belajar tentang proses bercocok tanam, perawatan tanaman, hingga panen. Selain itu, siswa dilatih bekerja sama dalam kelompok. Guru akan membimbing siswa dalam setiap tahapan kegiatan. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.
Kokurikuler sendiri merupakan kegiatan pembelajaran di luar jam pelajaran inti. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat, memperdalam, dan memperkaya materi intrakurikuler. Bentuknya bisa berupa proyek, praktik lapangan, maupun tugas terintegrasi. Melalui kokurikuler, siswa tidak hanya mengembangkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan karakter. Hal inilah yang menjadi landasan utama pelaksanaan program pertanian tersebut.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Muaro Jambi berharap siswa lebih peduli terhadap lingkungan dan memiliki keterampilan hidup. Program pertanian kokurikuler diharapkan berjalan berkelanjutan dan terorganisir dengan baik. Para guru berkomitmen untuk mendampingi siswa secara maksimal. Kegiatan ini juga menjadi wujud inovasi pembelajaran madrasah. Dengan demikian, madrasah tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter.
|
20x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...