Selamat Datang di Website Resmi MAN 1 Muaro Jambi # Bersyukurlah atas peristiwa yang terjadi # Selalu Berpikir Positif Atas Peristiwa yang Terjadi Hari Ini # Selamat datang di website MAN 1 Muaro Jambi # MAN SAMUJA MADRASAH HEBAT DAN BERMARTABAT # Terima Kasih Telah Mengunjungi Website Kami
Diposting Pada: Jumat, 20 Februari 2026

Pembelajaran Daring Ramadhan Hari Ketiga, MAN 1 Muaro Jambi Tegaskan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Pembelajaran Daring Ramadhan Hari Ketiga, MAN 1 Muaro Jambi Tegaskan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta

Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Hari ini, Kamis (20/02/2026), merupakan hari ketiga siswa MAN 1 Muaro Jambi melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring dalam rangka menyambut dan mengisi bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan edaran resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi. Sementara para siswa belajar dari rumah dan lingkungan masyarakat, guru serta tenaga kependidikan tetap hadir di madrasah sesuai ketentuan jam kerja yang berlaku. Pembelajaran ini berfokus pada penguatan keimanan dan ketakwaan sebagai implementasi kurikulum berbasis cinta. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk penyesuaian kalender pendidikan selama bulan Ramadhan dan menjelang libur Idul Fitri.

Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Nomor: B-519A/Kw.05.2/1/PP.00/02/2026 tertanggal 13 Februari 2026 tentang Pembelajaran pada Bulan Ramadhan dan Libur Idul Fitri 1447 H/2026 M. Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa pada tanggal 18, 19, 20, dan 21 Februari 2026, kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari madrasah. Selanjutnya, mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, pembelajaran kembali dilaksanakan secara tatap muka di madrasah. Adapun tanggal 16 hingga 20 Maret serta 23 hingga 27 Maret 2026 ditetapkan sebagai libur bersama Idul Fitri. Ketentuan ini menjadi pedoman resmi bagi seluruh satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

Dalam pelaksanaannya, siswa diberikan berbagai penugasan yang berorientasi pada pembentukan karakter religius. Mereka diminta membantu pekerjaan orang tua di rumah sebagai bentuk pembelajaran kontekstual berbasis keluarga. Selain itu, siswa juga diwajibkan melaksanakan salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, berpuasa, serta mengikuti salat tarawih berjamaah di musala atau masjid terdekat. Aktivitas tersebut didokumentasikan dan dilaporkan kepada guru pembimbing. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga spiritual dan sosial.

Kepala Madrasah menyampaikan bahwa kebijakan ini bertujuan menanamkan nilai keimanan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum pendidikan karakter yang sangat efektif. “Kami ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai keislaman secara langsung di rumah dan masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk generasi berakhlakul karimah. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi orang tua sangat dibutuhkan dalam mengawasi pelaksanaan tugas siswa.

Sementara itu, guru dan tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas di madrasah, kecuali pada hari libur dan cuti bersama yang telah ditetapkan pemerintah. Jam kerja efektif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan Ramadhan minimal 32,5 jam per minggu. Rinciannya adalah hari Senin hingga Kamis pukul 08.00–15.00 WIB dengan waktu istirahat 12.00–12.30 WIB, dan hari Jumat pukul 08.00–15.30 WIB dengan istirahat 11.30–12.30 WIB. Ketentuan ini juga memberi ruang penyesuaian berdasarkan Perpres Nomor 21 Tahun 2023 Pasal 8. Madrasah dapat menyesuaikan jam kerja dengan tetap memenuhi batas minimal yang telah ditentukan.

Adapun alternatif pengaturan jam kerja yang dapat diterapkan adalah Senin hingga Kamis pukul 07.30–14.00 WIB, Jumat pukul 07.30–11.00 WIB, serta Sabtu pukul 07.30–13.00 WIB. Penyesuaian ini bertujuan menjaga efektivitas kerja tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan. Dengan adanya pengaturan tersebut, kegiatan administrasi, perencanaan pembelajaran, dan layanan akademik tetap berjalan optimal. Guru juga memanfaatkan waktu di madrasah untuk memonitor laporan kegiatan siswa. Sistem ini dirancang agar pembelajaran daring tetap terkontrol dengan baik.

Para orang tua menyambut positif kebijakan pembelajaran mandiri ini. Mereka menilai bahwa penugasan berbasis ibadah dan kepedulian keluarga sangat relevan dengan suasana Ramadhan. Salah seorang wali murid menyampaikan bahwa anaknya menjadi lebih disiplin dalam melaksanakan salat dan membantu pekerjaan rumah. Secara tidak langsung, pembelajaran ini mempererat hubungan keluarga. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa madrasah dan keluarga dapat bersinergi dalam membentuk karakter peserta didik.

Dengan demikian, hari ketiga pembelajaran daring di MAN 1 Muaro Jambi tidak sekadar menjadi agenda akademik biasa. Kegiatan ini menjadi wujud nyata integrasi pendidikan karakter, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial. Melalui implementasi kurikulum berbasis cinta, madrasah berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual. Kebijakan ini sekaligus menegaskan komitmen lembaga dalam menjalankan regulasi pemerintah secara disiplin. Diharapkan, seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan ini dapat membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

 


15x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. untaji Ingatkan Petugas Jumat Pagi Siapkan Diri untuk Kegiatan Keagamaan 31x dibaca
  2. Guru ASN MAN 1 Muaro Jambi Tetap Rendah Hati, Jualan Es Gado-Gado di Tengah Hajatan Warga 29x dibaca
  3. Tasyakuran Walimatussafar Tenaga Kependidikan MAN 1 Muaro Jambi 96x dibaca
  4. Bekerja dan Belajar dari Rumah Diperpanjang hingga 21 April 330x dibaca
  5. Kamad Ciptakan Nuansa Asri di Madrasah 278x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MAN 1 Muaro Jambi

Mars Madrasah