
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kemarin Senin (23/02) kepala madrasah, Jurmalis, S.Pd., M.M bersama para wakil kepala madrasah dan guru agama menyusun program kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadan dengan mempedomani surat edaran Kementerian Agama tentang skema pembelajaran di bulan suci tersebut. Rapat dilaksanakan di ruang pertemuan madrasah pada pagi hari dan berlangsung dalam suasana penuh musyawarah. Agenda utama membahas penyesuaian jam pelajaran, bentuk kegiatan keagamaan, serta penguatan karakter peserta didik. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen madrasah dalam menjaga keseimbangan antara akademik dan spiritual. Seluruh unsur pimpinan hadir untuk memastikan keputusan yang diambil berjalan efektif.
Dalam rapat tersebut dibahas siapa saja yang terlibat, apa saja yang akan diubah, kapan pelaksanaan dimulai, di mana kegiatan dipusatkan, serta bagaimana teknis pelaksanaannya. Jurmalis menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran resmi pemerintah. Ia menegaskan bahwa madrasah harus adaptif tanpa mengurangi kualitas pembelajaran. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari para guru. Setiap usulan dicatat untuk menjadi bahan pertimbangan bersama.
Dari hasil diskusi diputuskan bahwa selama dua pekan pertama Ramadan, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan pengurangan durasi jam pelajaran. Setiap jam yang semula 45 menit dikurangi menjadi 25 menit. Kebijakan ini bertujuan agar siswa tetap fokus belajar tanpa merasa kelelahan saat berpuasa. Selain itu, materi esensial tetap menjadi prioritas utama dalam penyampaian pembelajaran. Guru diminta menyesuaikan strategi agar tetap efektif dan efisien.
“Kita ingin memastikan proses pembelajaran tetap berjalan, tetapi kondisi fisik dan psikologis siswa selama Ramadan juga harus diperhatikan,” ujar Jurmalis dalam arahannya. Ia menambahkan bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas waktu. Pernyataan tersebut disambut positif oleh para guru. Mereka menilai kebijakan ini realistis dan berpihak pada siswa. Beberapa guru agama juga mengusulkan tambahan kegiatan spiritual.
Sementara itu, pada pekan terakhir Ramadan akan dilaksanakan kegiatan penguatan keimanan dan ketakwaan. Program tersebut meliputi pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, serta praktik ibadah. Kegiatan dipusatkan di lingkungan madrasah dengan pendampingan guru agama. Siswa akan diarahkan untuk lebih mendalami nilai-nilai keislaman. Hal ini diharapkan dapat membentuk karakter religius yang kuat.
Wakil kepala madrasah bidang kurikulum menyampaikan bahwa jadwal terperinci akan segera dibagikan kepada seluruh siswa dan orang tua. Informasi tersebut akan disampaikan melalui surat resmi dan media komunikasi madrasah. Dengan demikian, seluruh pihak dapat memahami perubahan skema pembelajaran. Transparansi menjadi bagian penting dalam kebijakan ini. Orang tua juga diharapkan mendukung pelaksanaan program Ramadan.
Secara keseluruhan, kebijakan ini menunjukkan kesiapan MAN 1 Muaro Jambi dalam menyambut bulan suci. Penyesuaian jadwal dilakukan bukan hanya sebagai formalitas, melainkan bentuk kepedulian terhadap kondisi siswa. Program yang disusun juga mengintegrasikan aspek akademik dan spiritual. Madrasah ingin menciptakan suasana Ramadan yang produktif dan bermakna. Seluruh civitas akademika menyatakan komitmennya untuk menyukseskan program tersebut.
Dengan adanya keputusan ini, kegiatan belajar selama Ramadan diharapkan berjalan lancar dan penuh keberkahan. Pihak madrasah juga membuka ruang evaluasi apabila diperlukan penyesuaian lanjutan. Semua kebijakan akan terus dipantau pelaksanaannya. Harapannya, siswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga peningkatan iman dan takwa. Ramadan pun menjadi momentum pembentukan karakter bagi seluruh peserta didik.
|
13x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...