
Sungai Gelam (MAN 1 Muaro Jambi) ~ Kegiatan kokurikuler di MAN 1 Muaro Jambi selama bulan Ramadhan resmi dihentikan sementara karena sebagian besar aktivitas dilakukan di lapangan. Kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan kondisi siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa. Meskipun demikian, tanggung jawab siswa terhadap kapling atau lahan praktik tetap berjalan seperti biasa. Setiap kelas tetap diwajibkan merawat dan memelihara area yang telah menjadi tanggung jawabnya. Hal ini menunjukkan komitmen madrasah dalam menjaga keberlanjutan program pembelajaran berbasis praktik.
Penghentian kokurikuler dilakukan sejak awal Ramadhan dan berlaku hingga kegiatan belajar kembali normal. Keputusan ini diambil oleh pihak madrasah demi menjaga kondisi fisik siswa. Namun, perawatan tanaman tetap dilakukan secara bergiliran agar tidak mengganggu ibadah. Dengan sistem tersebut, siswa tetap belajar disiplin dan bertanggung jawab. Kebijakan ini juga mendapat dukungan dari guru pembimbing.
Terlihat pada Jumat (27/02), siswa kelas XII A tetap aktif merawat galengan atau petakan tanaman. Mereka menyirami tanaman yang mulai tumbuh dan mencabut gulma yang mengganggu pertumbuhan. Aktivitas tersebut dilakukan pada pagi hari untuk menghindari terik matahari. Beberapa siswa tampak bekerja sama membersihkan area sekitar kapling. Suasana kebersamaan tetap terasa meskipun dalam kondisi berpuasa.
Ilyas, salah satu siswa yang terlibat, menyampaikan bahwa perawatan kapling merupakan tanggung jawab bersama. “Walaupun kokurikuler dihentikan, kami tetap harus menjaga tanaman agar tidak rusak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran. Secara tidak langsung ia mengungkapkan rasa bangganya bisa tetap berkontribusi. Menurutnya, menjaga amanah lebih penting daripada sekadar menggugurkan kewajiban.
Guru pembimbing menjelaskan bahwa perawatan kapling merupakan bagian dari pendidikan karakter. Siswa dilatih untuk konsisten dan bertanggung jawab atas tugasnya. Walaupun tidak ada kegiatan lapangan besar, pemeliharaan tetap berjalan. Hal ini dilakukan agar tanaman tidak mati atau rusak selama bulan Ramadhan. Pihak sekolah menilai langkah ini sebagai solusi yang bijak.
Selain menjaga tanaman, kegiatan ini juga mempererat kerja sama antar siswa. Mereka saling membantu dalam membersihkan dan menyiram tanaman. Kebersamaan tersebut menjadi nilai positif di tengah suasana ibadah. Dengan tetap aktif secara terbatas, siswa tidak kehilangan semangat belajar praktik. Madrasah berharap kebiasaan ini terus terjaga.
Kegiatan perawatan kapling menjadi bukti bahwa pendidikan tidak berhenti meskipun ada penyesuaian jadwal. Siswa tetap belajar melalui tindakan nyata di lapangan. Tanggung jawab yang dijalankan menunjukkan kedewasaan mereka. Kebijakan penghentian kokurikuler pun tidak mengurangi esensi pembelajaran. Justru, hal ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai disiplin.
Dengan tetap terawatnya kapling selama Ramadhan, diharapkan hasil tanaman tetap optimal. Siswa pun dapat melanjutkan kegiatan praktik setelah Ramadhan usai. Madrasah menilai sikap tanggung jawab siswa sebagai pencapaian positif. Semangat ini menjadi cerminan karakter pelajar yang mandiri dan peduli. MAN 1 Muaro Jambi terus berupaya menyeimbangkan ibadah dan pendidikan secara harmonis.
|
9x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...